Tag Archives: Genre : yuri

Untitle Part 9 Final (END)

19 Jul

Normal pov

 

“Sica baby..” Pangil yuri saat sedang di toko buku.

“Apa kwon seobang??”

“Apakah buku ini bagus?” Yuri menunjukan salah satu buku.

“Coba ku lihat? Ini lumayan bagus.. Ambil saja”

sejak kejadian malam itu jessica dan yuri semakin dekat, mereka bahkan memiliki panggilan kesayangan layaknya sepasang kekasih. Mereka juga sering pergi bersama saat hari libur.. Tak jarang yuri mengantar jemput jessica.. Namun sampai sekarang mereka belum menyatakan perasaan satu sama lain.

____

“Yulll.. Apa kau sudah selesai??” Tanya jessica saat keluar dari ruangannya..

“Sudah sica, eh maksud ku miss..”

Mendengar panggilan yuri kepada jessica, Taeyeon dan tiffany langsung melirik yuri setelah itu melirik satu sama lain.

“Chagi kau dengar itu?” Bisik taeyeon.

“Ya, aku mendengarnya. Apa mereka pacaran?”

“Tidak tau, yuri tak menceritakan apapun..”

“Miss jung juga tak berkata apa pun kepadaku.. Jangan-jangan mereka backstreet?”

“Ya kalian! Sedang apa?” Tanya jessica menyadari tingkah aneh anak buahnya.

“Hehe apa kalian berhubungan?? Maksud kami pacaran?” Tanya taeyeon to the point.

“Itu.. Tanya kan saja pada yuri..” Jessica malah melemparkan pertanyaan itu. Karena bingung akan hubungan mereka yang sebenarnya..

“Itu,, kita hanya sebatas teman saja ko sekarang..” Jawab yuri dengan senyum anehnya.

mendengar pernyataan yuri wajah jessica menjadi muram, seketika suasana antara mereka menjadi canggung karena jessica effect..

“Aku pulang dulu..” Jessica lalu berjalan keluar ruangan tersebut.

“Kau payah yuri~ah, mengapa kau tak mengakuinya? Lihat dia sepertinya kecewa..” Ucap taeyeon.

“Tapi kami memang belum menyatakan perasaan masing-masing”

“Apa?? Sudah sedekat ini kau belum menyatakan perasaan mu?? Kau mempermainkannya ya??” Tiffany terkejut akan pernyataan yuri..

“Bukan begitu aku hanya belum siap..”

“Belum siap katamu? Butuh berapa lama lagi? Terlihat jelas bahwa dia mengharapkan mu! Kau juga selalu bersamanya kan? Kau keterlaluan yuri~ah” kini giliran taeyeon yang memarahi sahabatnya tersebut.

“Ku dengar orang dibagian keuangan menyukai miss jung, kalau tak bertindak mungkin miss jung mu itu akan di rebut..” Lanjut taeyeon.

“Benarkah? Mana bisa seperti itu? Jessica itu milik ku..” Yuri merasa panas dengan ucapan taeyeon.

“Jessica? kau memanggilnya dengan namanya saja? Dia itu atasan mu. Lagian kau sendiri yang bilang kalian hanya berteman, jadi sah-sah saja kan kalau jessica bersama orang lain”

“Ya taeyeon! Aku tak mau dengar! Cukup!” Bentak yuri lalu keluar dari ruangan tersebut untuk mencari jessica.

“Taetae, apa kau benar soal pernyataan mu tadi?” Tanya tiffany memastikan.

“Tentu saja tidak, aku hanya bicara asal.. Orang dari keuangankan rata-rata tua dan memiliki keluarga, mana mungkin seperti itu hahaha” terang taeyeon sambil tersenyum jail..

“Kau nakal sekali taeng, hahaha” tiffany ikut tersenyum mendengar penjelasan pacarnya tersebut..

“Habisnya dia itu lelet sekali, kalau begitu terus kapan ia akan mendapat pacar, lagi pula kasian miss jung. Sepertinya dia sangat mengharapkan yuri..”

“Kau benar taeng, untung kekasihku ini orang yang terbuka dan jujur akan perasaannya, kalau tidak aku tak tau apakah kita bisa seperti sekarang ini.”

“Tentu saja, kalau aku tak bertindak cepat, kau mungkin bisa saja di ambil yuri waktu itu” ucap taeyeon mengenang masa lalu.

“Mana mungkin aku kan sangat mencintaimu dari dulu, lagi pula kau tidak liat sikapnya seperti itu haha”

Mereka terus meledek sahabatnya yang sudah pergi entah kemana…

——–

Jessica pov

Aku berjalan tanpa tujuan setelah mendengar pernyataan yuri tersebut, hatiku sakit mendengarnya.. Aku memasuki lift dan memencet tombol dengan asal..

“kita hanya sebatas teman saja ko sekarang..”

Pernyataan yuri masih terngiang ditelingaku, teman? Dia hanya menganggapku teman? Aku tersenyum kecut.

Ting!

Pintu lift terbuka tenyata dilantai teratas gedung, aku lalu berjalan menuju tangga untuk menuju atap gedung ini..

lalu terduduk di bangku..

“Teman, haha kau hanya menganggapku teman yuri~ah!!” teriak ku, aku merasakan air mata ku mulai membasahi pipiku..

“Setelah semua yang kita lalui kau hanya mengangap ku teman??” Air mataku semakin mengalir.

——

Yuri pov

Apa yang aku lakukan? Apa aku sudah keterlaluan? Hmm mungkin aku terlalu lama menggantungkan hubungan kami, kau memang payah kwon yuri..

Aku berlari mencari jessica di lobby tapi tak ada, aku juga mencarinya ditempat parkir tapi aku teringat dia kan tak pernah membawa mobil, tadi pagi pun aku yang menjemputnya.

“Apa kau melihat miss jung..” Tanya ku pada salah satu staf perusahaan..

“Tidak melihat” jawabnya lalu berlalu.

“Apa kau melihat miss jung?” Tanya ku lagi pada staf lainnya..

“Aku tak liha”

“Kau mencari miss jung?” Tanya hyoyeon dia adalah orang bagian keuangan.

“Kau tau dimana dia?” tanya ku antusias. Tunggu dia jangan-jangan orang yang dimaksud taeyeon..

“Tadi aku bersamanya di lift, tapi aku keluar duluan, sepertinya ia kelantai atas. Mungkin menemui atasan” jawabnya lalu pergi.

“Terimakasih” aku membungkukan badan ku lalu pergi menuju lift, aku tekan tombol menuju lantai atas.

“Kurasa bukan hyoyeon, mana mungkin dia” pikirku..

Ting!

Aku langsung keluar dari lift ketika pintunya terbuka, ku lihat sekeliling tempat ini, tidak ada tanda-tanda keberadaan seseorang.

“Hey tunggu! Apa kau melihat miss jung?” Tanya ku pada seorang office boy.

“Dari tadi disini tak ada orang, semua sudah pulang sejak tadi” terang ob tersebut.

“Jessica, dimana dirimu..” Aku bingung mencari jessica.. Hyoyeon bilang dia sepertinya kelantai atas. Mungkinkah keatap? Ah mana mungkin? Tapi tak ada salah nya aku mengeceknya..

Aku menuju atap.. Ku lihat sesosok wanita berambut pirang sedang duduk membelakangi ku.. Jessica..

Aku berjalan perlahan mendekatinya.. Tunggu dulu, dia kenapa? Seperti terisak.. Dia menangis? Menyadari hal tersebut aku hanya diam memperhatikanya..

“Kenapa kau jahat yuri~ah!! Kau tega sekali!!”

Aku tercengang mendengar ucapan jessica, apa aku sejahat itu? Maafkan aku sica..

“Aku telah memberikan semuanya padamu! Tapi kau hanya menganggap ku teman? kau sungguh menghancurkan perasaan ku! Apa yang aku lakukan belum cukup? Apa perhatian ku belum cukup selama ini? Kita bahkan pernah tidur bersama.. Tak terhitung berepa kali kau mencium bibirku ku setiap harinya!! Tapi kau hanya menganggapku teman?” ia kembali terisak.. Aku sakit melihatnya seperti itu..

Aku menghampirinya, dan duduk disebelahnya.. Sadar akan kehadiranku ia lalu memalingkan wajahnya dan berusaha menghapus air matanya..

“Maafkan aku..” Ucapku sambil tertunduk.

“Untuk apa?” Jawabnya ketus.

“Untuk pernyataanku tadi”

“Tak perlu minta maaf, itu memang benarkan. Kita hanya teman yuri~ah”

Aku menatapnya sendu, aku merasa sangat bersalah telah membuatnya seperti ini.

“Sica…” Aku menggenggam tangannya, namun ia dengan cepat menepisnya.

“Jangan sentuh aku yul..”

“Sica lihat aku..” Ucapku lagi..

“…..” Ia tak merespon.

Aku langsung memeluknya dari samping, ia tak menolaknya, namun ia tetap memalingkan wajahnya.

“Maafkan aku sica..”

“Sudahlah yul, jangan memberiku harapan palsu lagi…”

“aku tak pernah memberimu harapan palsu sica..” Aku mempererat pelukan ku.. “Maafkan aku, aku tau aku telah melukai mu sica.. Aku payah, aku memang sangat payah..”

Ia menundukan wajahnya “kau tak payah yul, aku yang terlalu percaya diri dan berharap akan dirimu” ia kembali meneteskan air matanya.

Aku menarik nafas panjang lalu menghembuskanya.. aku harus mengatakannya sekarang. Go ahead yul..

“Sejujurnya aku sangat mencintaimu, aku sangat ingin memiliki mu sica..” Jessica lalu melihat kearah ku, namun aku masih besandar dibahunya..

“Maafkan aku yang pengecut ini sica.. Maaf aku terlalu payah untuk menyatakan perasaanku ini. Maaf membuat mu menangis dan membuatmu menunggu lama..” Lanjutku..

“Kau tau sica? Saat pertama aku melihat mu aku merasa dadaku bergetar.. Seakan jantungku ingin keluar dari tempatnya, aku selalu gugup saat kau mengajak ku berbicara, setiap malam aku memikirkan mu, sehari tak bertemu hari ku sepi tanpamu. Awalnya aku ragu untuk mendekati mu, namun seiring berjalannya waktu kita semakin dekat, kejadian dikantor saat malam itu membuat ku makin menggilaimu, namun saat kau bilang kau menyukai seseorang hati ku hancur aku merasa kau mempermainkan ku.. Saat kita melakukan nya dipenginapan aku merasa bersalah, aku takut kau marah.. Namun reaksimu berbeda, kau malah makin sering menggoda ku dan saat itu aku mulai sadar kau juga menyukaiku, tapi aku memang payah, aku tak juga mengutarakan perasaanku.. Aku memang payah. Harusnya aku mengatakan semua ini dari awal. Harusnya aku tak perlu melihat kau menangis..”

Aku menatap jessica, menyentuh wajahnya dan menghapus air matanya..

“Saranghae sicababy..” Ucapku

Ku lihat mata jessica berkaca-kaca seakan mau menangis.

“Hey kau mengapa menangis?”

“Kau bodoh yul! Kau benar-benar bodoh! Kau telah membuatku seperti ini! Kenapa kau tak mengatakannya dari awal! Aku hampir frustasi menunggu mu pernyataan cinta mu!” Ia memukul ku pelan..

“Maafkan aku sica..” Sesalku.

“Tidak akan!”

“Wae?” Tanyaku kaget.

“Tidak akan sebelum kau menyatakanya lagi” ucapnya sambil tersenyum

“Aku mencintai mu sica, saranghae sicababy!!” Ucapku lagi..

“Nado Saranghae yul..”

Aku mendekati wajahnya dan menciumnya lembut.. Akhirnya aku mengatakan perasaanku, dan aku bahagia sekarang. Maaf membuatmu menunggu sica.. Aku mencintai mu..

——-

Normal pov

Setelah saling mengutarakan perasaannya mereka berdua pun pergi dari tempat tersebut, yuri mengantarkan jessica keapartemennya, dan ia mampir atas permintaan jessica..

“Yul..” Jessica langsung memeluk kekasihnya yang sedang terduduk di sofa..

“Ya sayang?”

“Malam ini kau menginap saja ya..” Pinta jessica manja..

“Menginap?”

“Iya, menginap..” Bisik jessica ditelinga yuri, lalu membuka kancing kemeja yuri..

Mengerti akan kelakuan jessica, yuri lalu mengiyakan nya.. “Baiklah miss..”

“Miss?”

“Aku hanya merasa panggilan itu sexy saat sedang seperti ini hehehehe”

“Kau konyol yul..”

“Tapi kau suka kan?” Goda yuri..

“sangat,,” jessica lalu mencium yuri dengan mesra..

Merekapun mengakhiri malam ini dengan bahagia… Dan berjanji akan selalu bersama selamanya..

END!!!

akhirnya selesai juga ff series pertama ku, bagaimana? berhubung msh amatir bngt maklumi ya ga good.. maaf kalau aku mengacaukan karakter yuri and jessica hehehehe.. aku ngerasa ini ff cacat abis, yul yg jadi payah tntang perasaan, jessica yg agresif bngt sama yul, kacau haha

big thanks buat reader setia yg rajin komen and sangat menghargai karya ku.. and special thanks buat EL sunbaenim #aseekkdah sunbae# yg menginspirasi aku buat bikin ff yulsic ini hehehe…

maaf ya merepotkan kalian karena aku protect #pasti pd mikir nc# #plaaak# ini cuma iseng semata hehehe ngerjain sr juga sebenarnya hahaha

tolong komen apa ada nya tntang ff ku ya hehe

hbs ini aku ngilang dulu deh, krn stress dgn tugas yg rangkap haaahaha

i love you!!! muah muah

Iklan

untitle part 7

12 Jul

silent reader,  tobat dong……. 😀  #noel-noel sider# wink wink wink 😉

 

 

Yuri pov

Untung dimobil ku selalu tersedia baju untuk bekerja jadi kami tak repot mmikirkannya, jessica memakai baju ku dan kebetulan sekali pas..

Selama perjalan menuju kantor aku terus memikirkan kejadian antara aku dan jessica, bagaimana bisa kita melakukan semua itu, pertama di ruang kantor kami, lalu tadi malam di penginapan, aku bahkan menelanjanginya. Tapi kenapa ia tak marah? Ia bahkan makin sering menggoda ku? Apa ia menyukai ku? Kalau benar begitu berarti aku tak bertepuk sebelah tangan hehe..

“Yul..” Jessica menyadarkan ku.

“Iiya sica?” Jawabku gugup.

“Apa kau masih tak punya keberanian menyatakan perasaan mu kepada orang yang kau suka?” Aneh kenapa ia bertanya seperti itu.

“Ntahlah, kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?

“Aku hanya ingin tau” jawabnya dingin.

“Sica soal kejadian malam tadi..  Aku mohon maaf”

“Untuk apa? Tak ada yang perlu dimaafkan”

Kenapa nada bicara jadi datar begitu, apa ia marah atas kelancangan ku tadi malam.

“Aku tau aku salah, maafkan aku sica..”

“Kau tak salah, Sudahlah yul tak usah dibahas, lebih baik kau fokus pada jalanan”

“Baiklah” lebih baik aku biarkan ia tenang sejenak baru nanti membicarakannya lagi.

 

————

 

Jessica pov

 

“Bodoh bodoh bodoh!! Kau bodoh atau apa sih kwon yul! Dasar bodoh! Kau benar-benar bodoh! Atau kau sengaja mempermainkan ku kwon yuri!” Umpat ku dalam hati, aku heran mengapa ia tak menyadarinya juga? Argh! Masa harus aku yang mengatakannya duluan, aku kan maunya dia yang duluan! Makan bersama, liburan bersama, tidur bersama apa masih kurang untuk mu menyadarinya kwon yuri!!

Fallin’, fallin’ nani yori mo hayaku
Mouri mouri doko yori mo tooku
Tsurettate I want it, I’m like a you-aholic
Anata de mitashite yo Psyco-Sexy-Super-Magic

Handphone ku berbunyi, ternyata dari kantor..

“Halo” aku mengangkat telphone yang ternyata dari taeyeon.

“Aku sedang dalam perjalanan, kau tenang saja” ucapku lalu menutup telphonenya..

“Siapa?” Tanya yuri.

“Taeyeon, dia bilang presdir akan datang untuk memelihat pekerjaan defisi kita. Apakah kau bisa mempercepat laju kendaraan ini?

“Baiklah, kencangkan sabuk pengaman mu miss”

Ia lalu menggas mobilnya dengan kecepatan maksimum, tak kusangka dia pengendara yang handal.

Setelah melalui perjalanan panjang dan menegangkan kami pun sampai dikantor, kami berdua langsung bergegas menuju ruangan kami.

Syukurlah kami datang tepat beberapa menit sebelum presdir datang.. Presdir datang untuk memeriksa pekerjaan dan kinerja defisi kami. Setalah berbincang-bincang dan berbasa-basi sejenak, presdirpun pergi dan melanjutkan mengunjungi defisi yang lain..

“Kau dan yuri datang berbarengan, kalian dari mana saja?” Tanya taeyeon menyadari kedatangan ku dan yuri bersama.

“Nanti saja tanyanya, aku keruangan ku dulu” aku langsung menuju keruangn ku.

 

——————

 

Yuri pov

Aku segera menuju meja kerjaku dan mulai melihat-lihat pekerjaan ku.. Sedari aku datang taeyeon terus memandangi ku, dasar aneh ada apa dengan nya?

“Hey pendek, mengapa kau terus memandangi ku? Apa jangan-jangan kau tertarik pada ku? Hahaha” candaku.

“Mana mungkin ia tertarik padamu yuri~ah, taeng hanya tertarik padaku” ucap tiffany membela taeyeon.

“Kau benar chagi, mana mungkin aku tertarik dengan mahluk seperti itu, sangat tidak masuk standart ku” ejek taeyeon.

“Yah! Kalian berdua? Kompak sekali meledek ku?”

“Haha makanya jangan mulai duluan.. Ehm aku ingin bertanya kau dan miss jung sebenarnya ada hubungan apa?” Tanya taeyeon, sepertinya ia penasaran dengan kami haha.

“Dia atasanku, kenapa?”

“Bodoh, maksudku kau dan dia apa kalian sudah saling menyatakan perasaan masing-masing?”

“Hehe itu belum..” Jawabku sambil tersenyum.

“kau payah yuri~ah.. Kau tau? Sepertinya manager kita itu menyukai mu..”

“Kau tau dari mana?”

“Ntahlah, tapi aku pikir begitu.. Apa kau tak merasa sikapnya berbeda kepadamu? Lebih dari sekedar atasan mu atau sebagainya?”

Aku hanya terdiam memikirkan pertanyaan taeyeon, benar juga.. Kalau ia tak menyukai ku mana mungkin kita berciuman dikantor, belum lagi perhatiannya kepadaku dan kejadian tadi malam..

“Hey yuri! Kenapa diam saja?” Taeyeon menyadarkan ku dari lamunan.

“Eh tidak hehe, taeng apa sangat terlihat kalau aku menyimpan rasa terhadap miss jung?”

“Tentu saja, kau terus memandanginya, setiap ia bertanya kau selalu gelagapan, meski sekarang sudah tak separah dulu sih. Tapi tatapan mu kepadanya tak berubah sampai sekarang..” Jelas taeyeon.

“Apa separah itu?” Tanya ku tak percaya.

“Kalau tak percaya tanya saja tiffany, ya kan sayang?”

“Yup, kau sangat terlihat. Aku ragu kalau miss jung tak menyadarinya” jawab tiffany yang tetap bergelut dengan layar monitor dan keyboardnya.

“Oh begitu ya, sudahlah lebih baik kita selesaikan pekerjaan kita, sebentar lagi jam pulang bukan..” Ucapku mengakhiri obrolan kami..

Jadi sangat terlihat ya? Perkataan tiffany masih terngiang dikepala ku. Jessica sadar aku menyukainya? Jangan-jangan karena itu ia jadi sering menggodaku? Dan jessica menyukaiku? Dia selalu menanyakan kapan aku menyatakan perasaan ku? Hahaha aku tau sekarang…

 

————-

 

Jam menunjukan pukul 5 sore, itu berarti sudah saatnya pulang kantor. Taeyeon dan tiffany pulang duluan sementara aku masih menunggu jessica..

Ttok ttok ttokk..

Ku ketuk pintu ruangan jessica..

“Masuk” perintahnya..

“hey yul, ada apa?” tanyanya

“apa kau sudah mau pulang?”

“Iya, kenapa?”

“Aku akan mengantarmu..”

“Baiklah, tumben sekali?”

“Karena barang-barang mu kan masih ada dimobil ku miss”

“Oh ya kau benar juga hehehe, ayo..”

Kamipun pulang bersama, selama perjalanan kami hanya terdiam..

“Kau mau mampir yul?” Tawarnya ketika sampai di apartement nya..

“Kapan-kapan saja miss, besok mau ku jemput?

“Ah? Tapi jarak apartement kita kan jauh, apa tidak merepotkan mu yul?” Ada apa dengannya? Benar-benar berbeda.

“Aku rasa tidak jadi masalah.. Bagaimana? Mau kan?” Ucapnya sambil tersenyum, ya tuhan senyumnya manis sekali. Aku dapat merasakan muka ku memanas karena melihat senyumnya..

“Aakkuu takut merepottkan muu yul..” Kenapa sekarang jadi aku yang gugup?

“Aku tak merasa direpotkan, malah aku senang.. Sampai bertemu besok pagi miss.. Chu~” iya memberi kecupan dibibirku lalu pergi..

anak itu? Kenapa bisa? Akku? Ya tuhan, kenapa dia makin membuatku terpesona. Sikap nya berbeda sekali? Kenapa aku jadi kikuk begini? Sadarlah sica, kau jessica tak mungkin kau jadi gugup karena kwon yuri, karena yurilah yang seharusnya seperti itu..

———

Yuri pov

 

Jessica… Akan ku tunjukan siapa yuri yang sebenarnya.. Hahaha aku yakin kau sedang memikirkan sikap ku hari ini? Muka mu tadi lucu sekali.. Sica aku makin mencintai mu…

___

Pagi-pagi sekali aku sudah rapi, aku sangat bersemangat pagi ini tentu saja karena jessica.. Aku segera memacu mobil ku menujur apartementnya, ternyata dia sudah siap, dia cantik sekali pagi ini, ah setiap hari pun dia terlihat cantik.. Aku lalu membukakan pintu mobil ku untuknya..

“Miss..”

“Ya?”

“Chu~ kau cantik sekali” aku mengecup pipinya dan seketika wajahnya memerah, lucu sekali dia. Kau sangat menggemaskan sica, aku jadi ingin menggigit mu hahaha

“Yul kkau….”

“Kenapa? Kau mau lagi miss?” Aku menggodanya.

“Ttidak, cepat jalan aku tak mau telat!” Nada bicaranya yang gugup tiba-tiba menegas.

“Baiklah miss..” Aku mengusap rambutnya, dapat ku liat wajahnya kembali memerah..

____

“Kau sudah sarapan miss?” Tanyaku ditengah perjalanan kami..

“Belum, nanti saja dikantor..”

“Dikantor mana ada makanan? Lebih baik kita sarapan dulu, lagipula masih pagi, kita masih punya banyak waktu miss..”

“Tapi yul…”

“Aku tak ingin kau sakit” aku lalu memarkir mobil ku didepan salah satu kedai makanan.. “Ayo miss..” Aku turun dari mobil dan menggandeng tangannya..

 

———

 

Jessica pov

Ya Tuhan apa yang terjadi? Sikapnya berubah, tadi dia mencium pipiku, dan lalu menggandeng tangan ku. Semua sikapnya membuat ku gugup, dia lebih terlihat gentle..

“Hey kau mengapa memandangiku terus?” Tegur ku

“Karena kau begitu cantik” ucapannya membuat aku deg-deg’n, anak ini? Kerasukan apa dia?

“Kenapa kau tidak memakan makanan mu miss? Nanti kau sakit.. Makanlah” ucapnya lagi..

“Hmm, suapi aku..” Ucapku manja..

“Baikalah aaaaaa…” Ia lalu menyuapiku sampai makanan ku habis, ntahlah apa yang terjadi dengan mu tp yang jelas aku semakin menyukai mu yul.. Cepat nyatakan perasaan mu..

Setelah selesai kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju kantor..

 

——–

 

Normal pov

Yuri terus menggandeng jessica selama menuju ruangan mereka, dan itu membuat jessica salah tingkah..

Ketika sampai ruangan mereka melihat taeyeon dan tiffany sedang berciuman, yuri lalu menutup mata jessica dan membawanya masuk keruangannya tanpa diketahuai pasangan mesum itu.

“Kau kenapa miss?” Cemas yuri melihat wajah shock jessica.

“Mereka berdua? Bisa-bisanya pagi-pagi berbuat seperti itu”

“Kita pun bisa melakukannya..” Goda yuri.

“Yul, kau…” Belum selesai jessica bicara yuri sudah menciumnya dengan lembut, jessica membalas ciuman tersebut dan melingkarkan tangannya dileher yuri.. Ciuman mereka berlangsung lembut dan sangat lama sampai mereka membutuhkan oksigen.. Yuri lalu melepas ciumannya dan mengecup kening jessica..

“Selamat bekerja miss..” Ucapnya lalu keluar dari ruangan jessica.. Jessica hanya bisa terpaku karena perlakuan yuri terhadapnya..

 

————-

 

“Ya kalian berdua! Apa yang kalian lakukan?” Yuri menegur kedua sahabatnya yang sedang berbuat mesum..

“Kau yuri, mengagetkan saja” ucap taeyeon santai lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.

“Taeng, nanti saja kita lanjutkan dirumah” tiffany menjauhkan dirinya dari taeyeon.

“Tapi chagi..”

“Taeng ga enak ada yuri”

“Tapi tadi kau yang menggodaku duluan, sekarang kau harus tanggung jawab” rengek taeyeon.

“Hey taengo, kau itu masih kecil, lihat badan mu.. Kau belum pantas untuk berbuat seperti tadi..” Ledek yuri

“Kau?!!!” Taeyeon melotot kearah yuri.

“Taetae, sudahlah.. Nanti aku akan memberimu lebih dari sekedar ciuman” tiffany memperlihatkan eyesmilenya..

“Hmm baiklah fany, kau selalu membuatku luluh dengan senyuman itu”

Yuri hanya bisa menggelengkan kepala melihat pasangan tersebut…

 

———

 

Yuri pov

 

hari libur… sejak jessica jadi manager ku entah mengapa aku tak suka hari libur.. aku jadi tak bisa bertemu dia huff..

Geudae cheoeum bonsungan buteo
Naeanui sarangeun keojyeo mangasseo
Geudaeyeo naegerowayo
I really miss you
Neomu ppareungeo alayo
Geureoh jiman geudael miteoyo
I don’t care how
Geudaereul saranghanikka
I’m your girl
I’m your peach
Geudaeyeo isungan naege ro wa yo

tia-tiba handphone ku berdering, ku lihat kontaknya ternyata dari jessica..

“hallo miss..”

“hallo yul, kau dimana?”

“dikamarku, ada apa miss?”

“panggil nama ku saja, ini tak ada hubungannya dengan pekerjaan”

“iaia, lalu kenapa?”

“apa kau tak ada acara?”

“sepertinya tidak, kenapa?”

“bisakah kau menemaniku hari ini kepesta salah satu teman lamaku?”

“tentu saja..”

“kalau begitu bersiaplah, satu jam lagi aku tunggu diapartemenku”

ttut ttut ttut ttut ia lalu mengakhiri telphonenya, dasar jessica kebiasaan sekali seenaknya…

 

____

 

“jessica!!!” ku dengar seseorang memanggil nama jessica, kami berdua melihat kearah suara tersebut.

“hay sunny, apa kabar??” jessica langsung memeluk gadis kecil yang memanggilnya.

“aku bai-baik saja.. hehe kau sendiri bagaimna? apa kau sudah punya kekasih sekarang?”

“aku juga baik sunny, kalau itu..”

“ah jangan-jangan dia kekasih mu? kau pintar memilih sekali haha” sunny langsung menunjuk kearaku..

“annyeonghaseyo, kwon yuri imnida” aku langsung memberinya salam.

“sunny imnida” ia pun membalas salam ku.

“hey sunny, mana tunangan mu yang tinggi itu?” tanya jessica.

“sooyoung?ia sedang berkeliling menyapa tamu yang lain”

“Lee sunkyuuuu!!” suara itu, sepertinya aku kenal.. kami bertiga langsung menoleh kearah suara itu.

“hwuaaa, hwang miyoung!!!” jerit sunny girang. tiffany, mengapa dia bisa ada di sini?

“hay fany~ah kau datang juga ya” sapa jessica.

“tentu saja, mana mungkin aku tak datang ke pertunangan sahabat kita yang imut ini.. oia sunny perkenalkan ini kekasih ku”

“annyeonghaseyo taeyeon imnida” taeyeon memperkenalkan diri dan kemudian pandangan nya menatap kearahku, ia nampak kaget.

“sebentar, yuri~ah kau datang kesini juga??” tiffany menyadari kehadiranku.

“aku yang minta ia datang kesini untuk menemaniku fany~ah” jelas sica.

“waw, you got her right??”

“what are you say huh?”

“hehehe…” tiffany menunjukan eyesmilenya.

“kalian terlihat akrab?” tanyaku.

“tentu saja kami kan teman sejak dibangku SMP dulu, tiffany dan jessica bahkan sama-sama di amerika saat SMA” terang sunny.. “kalian nikmatilah pesta ini, aku masih harus berkeliling menyapa tamu yang lain.. annyeong…” sunny lalu pergi meninggalkan kami berempat.

“jadi kalian sudah saling kenal sebelumnya?” aku cukup kaget mendengarnya, karena selama ini mereka tak menunjukan sikap layaknya teman dekat.

“begitulah, kami tak ingin terlihat saja hahaha”

“kau mengetahuinya taeng?”

“tentu saja, mana mungkin tiffany tak menceritakannya padaku..”

“jadi hanya aku yang tak tau?”

“sudah-sudah jangn dibahas lagi..” ucap jessica.. “yuri~ah kita pulang yuk, aku rasa sudah cukup lama kita disini..” ajakmya

“hmm oke miss..” aku tak memanggilnya jessica karena aku malas diledek oleh dua oran ini..

“fany~ah aku pulang dulu ya..” pamit jessica seraya mencium pipi sahabatnya tersebut..

“taeyeon~ah jaga sahabatku ya..”

“tentu saja aku akan menjaganya dengan sepenuh hati ku miss…” ucap taeyeon lantang.

“annyeong..” pamit kami bersamaan, tak lupa sebelum pulang kami berpamitan juga kepada sunny dan tunangannya sooyoung..

 

————————

 

Jessica pov

 

“yul terimakasih ya telah mengantarku” ucapku saat sampai diapartement ku..

“sama-sama sica..”

“besok kan kantor masih libur, apa kau ada acara?” tanya ku, bermaksud untuk mengajaknya jalan bersama.

“sepertinya ada..”

“apa? apa begitu penting?” aku kecewa mendengar, huh padahalkan aku ingin bersamanya.

“sepertinya aku akan pergi bersama seseorang dan itu sangat penting..” ucapnya sambil tersenyum.

“dengan siapa?” hah siapa orang yang berani mendekati yuri ku, kalau aku kenal akan ku habisi dia!!

“dengan mu..”

“eh?” apa yang ku dengar ini benar?

“kenapa? kau tak mau sica?”

“tentu saja aku mau!” jawab ku semangat..

“bersemangat sekali? hahaha”

“hehe apa sih kau yul..” tentu saja aku bersemangat bodoh, hampir saja aku menghabisi diri ku sendiri..

“kau kenapa sica?” yuri melihat heran kearahku.

“ah tidak.. yasudah kalau begitu aku masuk dulu.. besok aku tunggu kau jam 9 pagi.. chu~.. daa yul”

tak sabar rasanya menunggu hari esok…

akhirnya hubungan kami semakin dekat, kami jadi sering jalan bersama layaknya sepasang kekasih.. tapi kapan kau menyatakan perasaan mu yul?? aku ingin kau cepat mengatakannya…

 

TBC

 

hehehehe uas belum selesai bahkan belum mulai tapi aku udah pengen ngepost #harusnya seminggu ini aku belajar#, atas permintaan beberapa reader dan kegatelan ku, akhirnya aku putuskan untuk ngepost ff ku yang makin tak tentu arah, bagai terombang-ambing gelombang dilautan asmara #?# #abaikan#

mungkin ff ini akan memberi efek samping pegal linu pada mata dan masuk angin pada otak kalian semua karena panjang #mungkin# dan sangat bertele-tele hahahaha tapi sekali lagi saya bilang NIKMATI sajalah hahahaha

makasih buat raeder dan beberapa author dr wp tetangga yang mau komen and menghargai karya ku, makasih banget… kalian udah bikin aku semangat nulis,, buat kalian yang cuma sekedar baca  and ngilang gitu aja juga makasih, buat kamu – kamu yang muncul cuma buat minta pw aja juga makasih hahahaha  tapi tolong ya kalo udah dpt pw d komen, krn masukan kalian tuh berarti bngt 🙂

tapi tolong mulai sekarang tinggalkan jejak setelah ngintip ff saya, jangan kabur gitu aja. komen kalian sangat berarti buat kelangsungan hidup fanfic saya karena bisa bikin semangat nulis nd nambah inspirasi… tapi kalo ga mau juga gpp sih mungkin itu dah jadi pilihan hidup kalian… saya ga marah sungguh….

buat reader baru… selamat datang… seneng bisa kenal kalian semua kiss kiss :** semoga betah ya melihat tulisan njelimet #apepikir# punyaku..

sekian omong kosong dari saya, saya merasa tak ada yang kurang.. jadi selebihnya saya ucapkan terima kasih..

just comment and i’ll be happy 😀