oshirase

13 Mar

karena satu dan lain hal maka saya memutuskan untuk menghapus sandi yang ada agar memudahkan para newreader yang kesulitan dalam mencari sandi. maaf buat email yang tidak saya balas. dan maaf untuk para reader yang menunggu email dari saya..

segala yang terjadi di WP ini adalah imajinasi semata, jadi jangan di bawa serius ampe delusional ya…

selamat membaca….

Iklan

Diproteksi: secret love

14 Agu

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Untitle Part 9 Final (END)

19 Jul

Normal pov

 

“Sica baby..” Pangil yuri saat sedang di toko buku.

“Apa kwon seobang??”

“Apakah buku ini bagus?” Yuri menunjukan salah satu buku.

“Coba ku lihat? Ini lumayan bagus.. Ambil saja”

sejak kejadian malam itu jessica dan yuri semakin dekat, mereka bahkan memiliki panggilan kesayangan layaknya sepasang kekasih. Mereka juga sering pergi bersama saat hari libur.. Tak jarang yuri mengantar jemput jessica.. Namun sampai sekarang mereka belum menyatakan perasaan satu sama lain.

____

“Yulll.. Apa kau sudah selesai??” Tanya jessica saat keluar dari ruangannya..

“Sudah sica, eh maksud ku miss..”

Mendengar panggilan yuri kepada jessica, Taeyeon dan tiffany langsung melirik yuri setelah itu melirik satu sama lain.

“Chagi kau dengar itu?” Bisik taeyeon.

“Ya, aku mendengarnya. Apa mereka pacaran?”

“Tidak tau, yuri tak menceritakan apapun..”

“Miss jung juga tak berkata apa pun kepadaku.. Jangan-jangan mereka backstreet?”

“Ya kalian! Sedang apa?” Tanya jessica menyadari tingkah aneh anak buahnya.

“Hehe apa kalian berhubungan?? Maksud kami pacaran?” Tanya taeyeon to the point.

“Itu.. Tanya kan saja pada yuri..” Jessica malah melemparkan pertanyaan itu. Karena bingung akan hubungan mereka yang sebenarnya..

“Itu,, kita hanya sebatas teman saja ko sekarang..” Jawab yuri dengan senyum anehnya.

mendengar pernyataan yuri wajah jessica menjadi muram, seketika suasana antara mereka menjadi canggung karena jessica effect..

“Aku pulang dulu..” Jessica lalu berjalan keluar ruangan tersebut.

“Kau payah yuri~ah, mengapa kau tak mengakuinya? Lihat dia sepertinya kecewa..” Ucap taeyeon.

“Tapi kami memang belum menyatakan perasaan masing-masing”

“Apa?? Sudah sedekat ini kau belum menyatakan perasaan mu?? Kau mempermainkannya ya??” Tiffany terkejut akan pernyataan yuri..

“Bukan begitu aku hanya belum siap..”

“Belum siap katamu? Butuh berapa lama lagi? Terlihat jelas bahwa dia mengharapkan mu! Kau juga selalu bersamanya kan? Kau keterlaluan yuri~ah” kini giliran taeyeon yang memarahi sahabatnya tersebut.

“Ku dengar orang dibagian keuangan menyukai miss jung, kalau tak bertindak mungkin miss jung mu itu akan di rebut..” Lanjut taeyeon.

“Benarkah? Mana bisa seperti itu? Jessica itu milik ku..” Yuri merasa panas dengan ucapan taeyeon.

“Jessica? kau memanggilnya dengan namanya saja? Dia itu atasan mu. Lagian kau sendiri yang bilang kalian hanya berteman, jadi sah-sah saja kan kalau jessica bersama orang lain”

“Ya taeyeon! Aku tak mau dengar! Cukup!” Bentak yuri lalu keluar dari ruangan tersebut untuk mencari jessica.

“Taetae, apa kau benar soal pernyataan mu tadi?” Tanya tiffany memastikan.

“Tentu saja tidak, aku hanya bicara asal.. Orang dari keuangankan rata-rata tua dan memiliki keluarga, mana mungkin seperti itu hahaha” terang taeyeon sambil tersenyum jail..

“Kau nakal sekali taeng, hahaha” tiffany ikut tersenyum mendengar penjelasan pacarnya tersebut..

“Habisnya dia itu lelet sekali, kalau begitu terus kapan ia akan mendapat pacar, lagi pula kasian miss jung. Sepertinya dia sangat mengharapkan yuri..”

“Kau benar taeng, untung kekasihku ini orang yang terbuka dan jujur akan perasaannya, kalau tidak aku tak tau apakah kita bisa seperti sekarang ini.”

“Tentu saja, kalau aku tak bertindak cepat, kau mungkin bisa saja di ambil yuri waktu itu” ucap taeyeon mengenang masa lalu.

“Mana mungkin aku kan sangat mencintaimu dari dulu, lagi pula kau tidak liat sikapnya seperti itu haha”

Mereka terus meledek sahabatnya yang sudah pergi entah kemana…

——–

Jessica pov

Aku berjalan tanpa tujuan setelah mendengar pernyataan yuri tersebut, hatiku sakit mendengarnya.. Aku memasuki lift dan memencet tombol dengan asal..

“kita hanya sebatas teman saja ko sekarang..”

Pernyataan yuri masih terngiang ditelingaku, teman? Dia hanya menganggapku teman? Aku tersenyum kecut.

Ting!

Pintu lift terbuka tenyata dilantai teratas gedung, aku lalu berjalan menuju tangga untuk menuju atap gedung ini..

lalu terduduk di bangku..

“Teman, haha kau hanya menganggapku teman yuri~ah!!” teriak ku, aku merasakan air mata ku mulai membasahi pipiku..

“Setelah semua yang kita lalui kau hanya mengangap ku teman??” Air mataku semakin mengalir.

——

Yuri pov

Apa yang aku lakukan? Apa aku sudah keterlaluan? Hmm mungkin aku terlalu lama menggantungkan hubungan kami, kau memang payah kwon yuri..

Aku berlari mencari jessica di lobby tapi tak ada, aku juga mencarinya ditempat parkir tapi aku teringat dia kan tak pernah membawa mobil, tadi pagi pun aku yang menjemputnya.

“Apa kau melihat miss jung..” Tanya ku pada salah satu staf perusahaan..

“Tidak melihat” jawabnya lalu berlalu.

“Apa kau melihat miss jung?” Tanya ku lagi pada staf lainnya..

“Aku tak liha”

“Kau mencari miss jung?” Tanya hyoyeon dia adalah orang bagian keuangan.

“Kau tau dimana dia?” tanya ku antusias. Tunggu dia jangan-jangan orang yang dimaksud taeyeon..

“Tadi aku bersamanya di lift, tapi aku keluar duluan, sepertinya ia kelantai atas. Mungkin menemui atasan” jawabnya lalu pergi.

“Terimakasih” aku membungkukan badan ku lalu pergi menuju lift, aku tekan tombol menuju lantai atas.

“Kurasa bukan hyoyeon, mana mungkin dia” pikirku..

Ting!

Aku langsung keluar dari lift ketika pintunya terbuka, ku lihat sekeliling tempat ini, tidak ada tanda-tanda keberadaan seseorang.

“Hey tunggu! Apa kau melihat miss jung?” Tanya ku pada seorang office boy.

“Dari tadi disini tak ada orang, semua sudah pulang sejak tadi” terang ob tersebut.

“Jessica, dimana dirimu..” Aku bingung mencari jessica.. Hyoyeon bilang dia sepertinya kelantai atas. Mungkinkah keatap? Ah mana mungkin? Tapi tak ada salah nya aku mengeceknya..

Aku menuju atap.. Ku lihat sesosok wanita berambut pirang sedang duduk membelakangi ku.. Jessica..

Aku berjalan perlahan mendekatinya.. Tunggu dulu, dia kenapa? Seperti terisak.. Dia menangis? Menyadari hal tersebut aku hanya diam memperhatikanya..

“Kenapa kau jahat yuri~ah!! Kau tega sekali!!”

Aku tercengang mendengar ucapan jessica, apa aku sejahat itu? Maafkan aku sica..

“Aku telah memberikan semuanya padamu! Tapi kau hanya menganggap ku teman? kau sungguh menghancurkan perasaan ku! Apa yang aku lakukan belum cukup? Apa perhatian ku belum cukup selama ini? Kita bahkan pernah tidur bersama.. Tak terhitung berepa kali kau mencium bibirku ku setiap harinya!! Tapi kau hanya menganggapku teman?” ia kembali terisak.. Aku sakit melihatnya seperti itu..

Aku menghampirinya, dan duduk disebelahnya.. Sadar akan kehadiranku ia lalu memalingkan wajahnya dan berusaha menghapus air matanya..

“Maafkan aku..” Ucapku sambil tertunduk.

“Untuk apa?” Jawabnya ketus.

“Untuk pernyataanku tadi”

“Tak perlu minta maaf, itu memang benarkan. Kita hanya teman yuri~ah”

Aku menatapnya sendu, aku merasa sangat bersalah telah membuatnya seperti ini.

“Sica…” Aku menggenggam tangannya, namun ia dengan cepat menepisnya.

“Jangan sentuh aku yul..”

“Sica lihat aku..” Ucapku lagi..

“…..” Ia tak merespon.

Aku langsung memeluknya dari samping, ia tak menolaknya, namun ia tetap memalingkan wajahnya.

“Maafkan aku sica..”

“Sudahlah yul, jangan memberiku harapan palsu lagi…”

“aku tak pernah memberimu harapan palsu sica..” Aku mempererat pelukan ku.. “Maafkan aku, aku tau aku telah melukai mu sica.. Aku payah, aku memang sangat payah..”

Ia menundukan wajahnya “kau tak payah yul, aku yang terlalu percaya diri dan berharap akan dirimu” ia kembali meneteskan air matanya.

Aku menarik nafas panjang lalu menghembuskanya.. aku harus mengatakannya sekarang. Go ahead yul..

“Sejujurnya aku sangat mencintaimu, aku sangat ingin memiliki mu sica..” Jessica lalu melihat kearah ku, namun aku masih besandar dibahunya..

“Maafkan aku yang pengecut ini sica.. Maaf aku terlalu payah untuk menyatakan perasaanku ini. Maaf membuat mu menangis dan membuatmu menunggu lama..” Lanjutku..

“Kau tau sica? Saat pertama aku melihat mu aku merasa dadaku bergetar.. Seakan jantungku ingin keluar dari tempatnya, aku selalu gugup saat kau mengajak ku berbicara, setiap malam aku memikirkan mu, sehari tak bertemu hari ku sepi tanpamu. Awalnya aku ragu untuk mendekati mu, namun seiring berjalannya waktu kita semakin dekat, kejadian dikantor saat malam itu membuat ku makin menggilaimu, namun saat kau bilang kau menyukai seseorang hati ku hancur aku merasa kau mempermainkan ku.. Saat kita melakukan nya dipenginapan aku merasa bersalah, aku takut kau marah.. Namun reaksimu berbeda, kau malah makin sering menggoda ku dan saat itu aku mulai sadar kau juga menyukaiku, tapi aku memang payah, aku tak juga mengutarakan perasaanku.. Aku memang payah. Harusnya aku mengatakan semua ini dari awal. Harusnya aku tak perlu melihat kau menangis..”

Aku menatap jessica, menyentuh wajahnya dan menghapus air matanya..

“Saranghae sicababy..” Ucapku

Ku lihat mata jessica berkaca-kaca seakan mau menangis.

“Hey kau mengapa menangis?”

“Kau bodoh yul! Kau benar-benar bodoh! Kau telah membuatku seperti ini! Kenapa kau tak mengatakannya dari awal! Aku hampir frustasi menunggu mu pernyataan cinta mu!” Ia memukul ku pelan..

“Maafkan aku sica..” Sesalku.

“Tidak akan!”

“Wae?” Tanyaku kaget.

“Tidak akan sebelum kau menyatakanya lagi” ucapnya sambil tersenyum

“Aku mencintai mu sica, saranghae sicababy!!” Ucapku lagi..

“Nado Saranghae yul..”

Aku mendekati wajahnya dan menciumnya lembut.. Akhirnya aku mengatakan perasaanku, dan aku bahagia sekarang. Maaf membuatmu menunggu sica.. Aku mencintai mu..

——-

Normal pov

Setelah saling mengutarakan perasaannya mereka berdua pun pergi dari tempat tersebut, yuri mengantarkan jessica keapartemennya, dan ia mampir atas permintaan jessica..

“Yul..” Jessica langsung memeluk kekasihnya yang sedang terduduk di sofa..

“Ya sayang?”

“Malam ini kau menginap saja ya..” Pinta jessica manja..

“Menginap?”

“Iya, menginap..” Bisik jessica ditelinga yuri, lalu membuka kancing kemeja yuri..

Mengerti akan kelakuan jessica, yuri lalu mengiyakan nya.. “Baiklah miss..”

“Miss?”

“Aku hanya merasa panggilan itu sexy saat sedang seperti ini hehehehe”

“Kau konyol yul..”

“Tapi kau suka kan?” Goda yuri..

“sangat,,” jessica lalu mencium yuri dengan mesra..

Merekapun mengakhiri malam ini dengan bahagia… Dan berjanji akan selalu bersama selamanya..

END!!!

akhirnya selesai juga ff series pertama ku, bagaimana? berhubung msh amatir bngt maklumi ya ga good.. maaf kalau aku mengacaukan karakter yuri and jessica hehehehe.. aku ngerasa ini ff cacat abis, yul yg jadi payah tntang perasaan, jessica yg agresif bngt sama yul, kacau haha

big thanks buat reader setia yg rajin komen and sangat menghargai karya ku.. and special thanks buat EL sunbaenim #aseekkdah sunbae# yg menginspirasi aku buat bikin ff yulsic ini hehehe…

maaf ya merepotkan kalian karena aku protect #pasti pd mikir nc# #plaaak# ini cuma iseng semata hehehe ngerjain sr juga sebenarnya hahaha

tolong komen apa ada nya tntang ff ku ya hehe

hbs ini aku ngilang dulu deh, krn stress dgn tugas yg rangkap haaahaha

i love you!!! muah muah

untitle part 8 (TaeNy) unskip vers

15 Jul

Tiffany pov

Karena hari ini tugas ku sudah selesai jadi aku bisa pulang cepat, ku lihat taeyeon masih berkutat dengan file-file dan monitornya..

“Taetae, kau masih lama?”

“Sebentar lagi” taeyeon manatap fokus ke arah monitor..

Aku dan taeyeon sudah menjalin hubungan sejak setahun lalu, awalnya kita hanya bersahabat saja namun aku sadari bahwa rasa cinta tumbuh di antara kita hingga akhirnya kita seperti sekarang ini. Keluarga kami sama-sama jauh, orang tuanya di Busan sementara aku di Amerika. Karena itu kami memutuskan tinggal bersama..

“Huah akhirnya selesai juga.. Ayo sayang kita pulang..” Ucap taeyeon bersemangat..

“Ne..”

“Yuri~ah kami pulang duluan ya, kau hati-hati dengan miss jung hahaha” pamit kami kepada yuri.

“Apa maksud kalian?” Tiba-tiba miss jung keluar dari ruangannya,dan mengeluarkan aura dingin, seperti hantu..

“Tidak miss, bukan apa-apa hehe” sangkal kami berbarengan.

“Kalian berdua sudah selesai?” Tanya nya..

“Sudah miss,,”

“Cepat sekali?”

“Tentu saja karena ada tiffany yang menyemangati ku miss..” Ucapan taeyeon membuatku memerah.

“Kalian mesra sekali, enaknya punya kekasih yang saling mengerti dan menyemangati” ucap jessica sambil melirik kearah yuri, yuri terlihat salah tingkah mendapat lirikan tersebut.

“Ya begitulah miss, makanya cari kekasih yang jujur dan terbuka” taeyeon melemparkan lirikan meledek kearah yuri, dan itu membuat yuri melotot.

“Kalian berdua bukanya ingin pulang? Cepat pulang, semakin lama kalian disini semakin lama pula pekerjaanku selesai..” Ucap yuri ketus.

“Bukan kah kau senang berlama-lama disini agar bisa terus bersama…” Aku tak meneruskan ucapanku dan melirik kearah miss jung.

Tiba-tiba mereka berdua jadi salah tingkah haha lucu sekali dua orang ini..

“Kalau begitu kami tak mau mengganggu kalian, kami pulang dulu, annyeong..” Pamit kami bersamaan..

Yuri adalah sahabat kami, meskipun taeyeon dan yuri sering berdebat tapi sebenarnya mereka saling peduli. Setiap aku dan taeyeon bertengkar yuri selalu menjadi penengah dan menyelesaikan masalah kami. Selain itu dia juga selalu menjadi saksi kemesraan ku dan taeyeon, maklum taeyeon itu orang yang mesum haha biar begitu aku sangat menyayanginya.. Yuri sebenarnya dulu pernah menyukai ku, tapi aku lebih memilih taeyeon karena yuri itu aneh hahaha dia mempunyai sifat yang sulit ditebak.. Tapi sepertinya yuri sebentar lagi memiliki pasangannya dan aku senang akan hal itu, akhirnya ada yang mau dengannya hahaha..

Jessica,sebenarnya aku sudah mengenalnya sejak dulu, tapi kami tak terlalu memperlihatkan kedekataan kami, dia adalah orang yang baik, meski terkadang sifat nya ketus dan dingin tapi sebenarnya ia sangat sensitif. Dia itu sedikit mesum sama saja seperti yuri.. Aku rasa mereka akan jadi pasangan yang serasi.. Hanya saja mereka terlalu gengsi untuk menyatakan perasaan masing-masing. Tidak seperti aku dan taeyeon yang sangat terbuka dan jujur akan perasaan kami, taeny memang jjang hahaha..

“Sayang ini belum terlalu sore, apa kau ingin langsung pulang??” Tanyanya

“Aku ingin kesungai han” ntah mengapa hari ini aku ingin menikmati sore hari di sungai han.

“Baiklah..” Ia lalu mengarahkan mobil kami ke sungai han.. Kenapa mobil kami? Karena mobil ini kami beli bersama dengan uang tabungan kami berdua. Kami sudah seperti suami istri hahahaha

Kami duduk di salah satu bangku memandangi indahnya sungai han disore hari.. Suasana di sini tidak terlalu ramai, mungkin karena ini hari kerja.

“Fany~ah..” Taeyeon menyandarkan kepalanya dibahuku sambil melingkarkan tangannya di pinggang ku.

“Hmm..”

“Aku suka aroma mu..” Ucapnya sambil mencium bahu ku.. Aku hanya tersenyum mendengarnya..

“Aku sangat mencintaimu fany..” Lanjutnya..

“Aku juga mencintai mu taetae”

“Jangan tinggalkan aku.. Jangan pernah..” Aku melirik kearahnya dan dia mengadahkan kepalanya kearahku. Perlahan aku menghampiri wajahnya dan kami berciuman mesra.. Ciuman yang lembut, dapat ku rasakan ketulusan hati taeyeon dalam ciuman ini..

“Aku tak mungkin meninggalkan mu, mungkin sebaliknya haha”

“Ya? Apa yang kau katakan? Aku ini setia..” Ucapnya lantang.

“Bagaimana dengan miss jung?”

“Dia punya yuri,,”

“Lalu kenapa kau selalu memujinya di depanku?

“Aku hanya mau tau reaksi mu, ternyata kau cemburu itu berarti kau mencintaiku hahaha..” Jawabnya sambil terkekeh..

“Kau tak mempercayai ku?”

“Aku mempercayaimu sayang, tapi kau sangat lucu kalau cemburu”

“Kau menyebalkan, kau senang aku marah ya?”

“tentu tidak, kau kalau marah menyeramkan”

“Aku ini manis dalam kondisi apapun, bahkan dalam kondisi marah sekalipun”

“Iya iya kau selalu manis.. Sudah hampir malam ayo kita pulang..”

Taeyeon lalu menggandeng tangan ku untuk pulang.

______

Normal pov

“Aku mandi dulu ya..”

“Kalau begitu aku akan memasakan sesuatu untuk mu”

“Kau masak untuk ku?” Tanya taeyeon ragu, mengingat terakhir kali tiffany masak, ia hampir membakar dapur mereka.

“Kau meragukan ku?”

“Sangat! Kau jangan melakukan apaupun, sehabis mandi aku akan memasakkan sesuatu untuk kita. Jadi kau diam saja” taeyeon lalu bergegas mandi.

——-

“Masakan mu harum sekali” tiffany memeluk taeyeon dari belakang.

“Sayang aku sedang memasak”

“Sebentar saja..” Taeyeon membiarkan tiffany memeluknya.

“Emhh fany~ah hentikan aku sedang memasak, jangan lakukan itu” protes taeyeon karena tiffany mulai menciumi tengkuknya.

“Hehe kau payah baru segitu saja” tiffany lalu menuju meja makan.

“Sudah siap, ayo kita makan” ucap taeyeon bersemangat.

“Harumnya, sepertinya sangat enak..”

“Tentu saja, siapa dulu yang memasak..” Bangga taeyeon.

“Kekasih ku biarpun pendek tapi pandai memasak ya, aku semakin mencintaimu”

“Yah! Kau memuji atau meledek ku?”

“Tentu saja memuji mu, sudah jangan cemberut lagi.. Buka mulut mu aaaaaa…” Tiffany menyuapi taeyeon makan..

——–

Taeyeon pov

“Kau menonton apa?” Aku menghampiri tiffany yang sedang menonton tv.

“Ntahlah, tidak ada yang menarik” tiffany terus mengganti channel tv..

“Ssshhhhhh taetae apa yang kau lakukan?” Desah tiffany saat aku meraba punggungnya.

“Aku tak melakukan apapun”

“Kenapa tangan mu masuk- masuk segala..?”

“Aku hanya meraba punggung mu” aku mengelus punggung tiffany lembut.

“Taetae tangan mu nakal sekali..”

“Kalau begini??” Aku melepas pengait bra tiffany.

“Taeng, pasangkan lagi..” Protesnya..

“Begini lebih baik” ucapku sambil mengedipkan mata..

Chu~ aku mencium bibirnya.. Dia membalas ciuman ku dan melingkarkan tangannya dileherku.. Tangan ku terus menelusuri lekuk tubuhnya, dan sesekali meremas dadanya..

“Emhhh taeng..” Ia mendesah saat aku meremas dadanya, perlahan ciuman ku turun menelusuri lehernya yang putih.. Lalu aku memberi kissmark dilehernya..

“Taetae…” Aku tak memperdulikan panggilannya.. Aku membuka bajunya dan branya, merebahkannya di sofa, lalu aku langsung mencium dadanya secara bergantian.. Sementara tangan ku aktif meraba pahanya..

“Ahhh taeyeon.. Kau..”

Aku semakin menggila mendengar desahanya, tangan nya terus menekan ku agar aku memperdalam lumatan ku diniplenya.. Dan itu membuat ku semangit bernafsu untuk menikmatinya..

Ku buka celananya dan melemparnya entah kemana, agar tangan ku bisa leluasa bermain dengan kepunyaannya.. Aku sedikit melebarkan kakinya lalu Aku mempermainkan clit nya, dan itu membuat tiffany mengerang hebat..

“Taeyeon~ah more honey, oougghhh….” Saat aku memasukan jari ku ia mengerang semakin mendesah hebat, menambah panas suasana antara kami..

“Oh yeah chagi, faster faster, I’ll cum..” Aku semakin mempercepat pergerakan jari-jari ku.. Tiba-tiba tiffany mengejang di iringi dengan erangan.. “Ahhhgggg taeyeon~ah..”

Aku memberinya kecupan dibibirnya.. Lalu dia memeluk ku.. “Kau hebat sayang” ucapnya..

“Kau juga hebat sayang”

“Kau ingin melanjutkan nya lagi??”Tanya tiffany

“Apa kau tak lelah?”

“Lelah sih, tapi demi dirimu aku akan melayani mu malam ini” ucapnya sambil tersenyum, terlihat jelas bahwa dia kelelahan, aku tak tega melihatnya.. Aku menggendongnya menuju kamar dan merebahkanya di kasur..

“Tidurlah” ucapku sambil menyelimuti tubuhnya..

“Kenapa? Kita tak melanjutkannya?”

“Aku tau kau kelelahan, aku tak tega melihat mu apa lagi besok masih harus bekerja hehe.. Tidurlah sayang, kita masih punya banyak waktu untuk melanjutkannya” ucapku sambil mengecup keningnya..

“Emm taeng”

“Ya?”

“Sini..” Iya menepuk sisi tempat tidurnya..

“Aku mematikan alat elektronik yang menyala dulu..”

Ketika aku kembali kekamar, ku lihat ia sudah tertidur… Aku ikut tidur disampingnya, sambil memeluknya.. Tak lupa aku beri kecupan dibibirnya.. “Sweetdream honey.. I love you” bisik ku, dapat ku lihat wajah nya tersenyum saat tidur.. Aku pun terlelap dalam tidurku..

———————-

Normal pov

“Taeng bangun!! Kita kesiangan!!” Teriakan tiffany membangunkan taeyeon.

“Apa? Jam berapa sekarang?”

“Jam 7.30.. Kita harus bergegas, ayo mandi”

“Mana keburu?”

“Kita mandi bersama” tiffany lalu menarik taeyeon yang masih di tempat tidur..

_____

“Keburu kan?” Senyum tiffany saat mereka berjalan menuju mobil..

“Hehe iya, padahal tadi masih ada waktu, kenapa kita tak melanjutkannya saja saat mandi” taeyeon memperlihatkan wajah nakalnya dan meremas pantat tiffany.

#pletakkk#

“Byuntae! Kita tadi hampir tlat, sempat-sempatnya kau berfikir seperti itu”

“Aduhh, kau melakukannya lagi” taeyeon mengusap kepalanya..

“Makanya jangan nakal..”

“Kalau tidak dengan mu dengan siapa lagi aku bisa seperti itu? Memang kau mau aku dengan gadis lain?”

“Jadi kau mau dengan gadis lain?” Tiffany sudah mempersiapkan tasnya.

“Ttenntu ttiiddakkk chagi~ah, akkuu hanyaa berttanya” jawab taeyeon takut.

“Kau sudah taukan jawabannya?”

Taeyeon menganggukan kepalanya.. Dan menunjukan wajah murungnya karena takut.

“Muach.. Ayo jalan..” Tiffany mencium bibir taeyeon mesra dan itu membuat taeyeon tersenyum..

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Heran tiffany..

“Aku beruntung memiliki mu..” Ucap taeyeon membuat tiffany tersipu..

“Taetae..”

“Chu~ I love you” taeyeon memberi ciuman di pipi tiffany..

“Love you too honey”

Setelah itu mereka menuju kantor dengan perasaan bahagia dan bersemangat karena cinta yang selalu menyemangatinya…

end

maaf ya merepotkan krn pke pw.. hhehehhe

untitle part 8 (TaeNy)

15 Jul

huahhh cape bngt baru pulang ngampus.. tp demi reader setia saya, saya update… nikmatilah..

Tiffany pov

Karena hari ini tugas ku sudah selesai jadi aku bisa pulang cepat, ku lihat taeyeon masih berkutat dengan file-file dan monitornya..

“Taetae, kau masih lama?”

“Sebentar lagi” taeyeon manatap fokus ke arah monitor..

Aku dan taeyeon sudah menjalin hubungan sejak setahun lalu, awalnya kita hanya bersahabat saja namun aku sadari bahwa rasa cinta tumbuh di antara kita hingga akhirnya kita seperti sekarang ini. Keluarga kami sama-sama jauh, orang tuanya di Busan sementara aku di Amerika. Karena itu kami memutuskan tinggal bersama..

“Huah akhirnya selesai juga.. Ayo sayang kita pulang..” Ucap taeyeon bersemangat..

“Ne..”

“Yuri~ah kami pulang duluan ya, kau hati-hati dengan miss jung hahaha” pamit kami kepada yuri.

“Apa maksud kalian?” Tiba-tiba miss jung keluar dari ruangannya,dan mengeluarkan aura dingin, seperti hantu..

“Tidak miss, bukan apa-apa hehe” sangkal kami berbarengan.

“Kalian berdua sudah selesai?” Tanya nya..

“Sudah miss,,”

“Cepat sekali?”

“Tentu saja karena ada tiffany yang menyemangati ku miss..” Ucapan taeyeon membuatku memerah.

“Kalian mesra sekali, enaknya punya kekasih yang saling mengerti dan menyemangati” ucap jessica sambil melirik kearah yuri, yuri terlihat salah tingkah mendapat lirikan tersebut.

“Ya begitulah miss, makanya cari kekasih yang jujur dan terbuka” taeyeon melemparkan lirikan meledek kearah yuri, dan itu membuat yuri melotot.

“Kalian berdua bukanya ingin pulang? Cepat pulang, semakin lama kalian disini semakin lama pula pekerjaanku selesai..” Ucap yuri ketus.

“Bukan kah kau senang berlama-lama disini agar bisa terus bersama…” Aku tak meneruskan ucapanku dan melirik kearah miss jung.

Tiba-tiba mereka berdua jadi salah tingkah haha lucu sekali dua orang ini..

“Kalau begitu kami tak mau mengganggu kalian, kami pulang dulu, annyeong..” Pamit kami bersamaan..

Yuri adalah sahabat kami, meskipun taeyeon dan yuri sering berdebat tapi sebenarnya mereka saling peduli. Setiap aku dan taeyeon bertengkar yuri selalu menjadi penengah dan menyelesaikan masalah kami. Selain itu dia juga selalu menjadi saksi kemesraan ku dan taeyeon, maklum taeyeon itu orang yang mesum haha biar begitu aku sangat menyayanginya.. Yuri sebenarnya dulu pernah menyukai ku, tapi aku lebih memilih taeyeon karena yuri itu aneh hahaha dia mempunyai sifat yang sulit ditebak.. Tapi sepertinya yuri sebentar lagi memiliki pasangannya dan aku senang akan hal itu, akhirnya ada yang mau dengannya hahaha..

Jessica,sebenarnya aku sudah mengenalnya sejak dulu, tapi kami tak terlalu memperlihatkan kedekataan kami, dia adalah orang yang baik, meski terkadang sifat nya ketus dan dingin tapi sebenarnya ia sangat sensitif. Dia itu sedikit mesum sama saja seperti yuri.. Aku rasa mereka akan jadi pasangan yang serasi.. Hanya saja mereka terlalu gengsi untuk menyatakan perasaan masing-masing. Tidak seperti aku dan taeyeon yang sangat terbuka dan jujur akan perasaan kami, taeny memang jjang hahaha..

“Sayang ini belum terlalu sore, apa kau ingin langsung pulang??” Tanyanya

“Aku ingin kesungai han” ntah mengapa hari ini aku ingin menikmati sore hari di sungai han.

“Baiklah..” Ia lalu mengarahkan mobil kami ke sungai han.. Kenapa mobil kami? Karena mobil ini kami beli bersama dengan uang tabungan kami berdua. Kami sudah seperti suami istri hahahaha

Kami duduk di salah satu bangku memandangi indahnya sungai han disore hari.. Suasana di sini tidak terlalu ramai, mungkin karena ini hari kerja.

“Fany~ah..” Taeyeon menyandarkan kepalanya dibahuku sambil melingkarkan tangannya di pinggang ku.

“Hmm..”

“Aku suka aroma mu..” Ucapnya sambil mencium bahu ku.. Aku hanya tersenyum mendengarnya..

“Aku sangat mencintaimu fany..” Lanjutnya..

“Aku juga mencintai mu taetae”

“Jangan tinggalkan aku.. Jangan pernah..” Aku melirik kearahnya dan dia mengadahkan kepalanya kearahku. Perlahan aku menghampiri wajahnya dan kami berciuman mesra.. Ciuman yang lembut, dapat ku rasakan ketulusan hati taeyeon dalam ciuman ini..

“Aku tak mungkin meninggalkan mu, mungkin sebaliknya haha”

“Ya? Apa yang kau katakan? Aku ini setia..” Ucapnya lantang.

“Bagaimana dengan miss jung?”

“Dia punya yuri,,”

“Lalu kenapa kau selalu memujinya di depanku?

“Aku hanya mau tau reaksi mu, ternyata kau cemburu itu berarti kau mencintaiku hahaha..” Jawabnya sambil terkekeh..

“Kau tak mempercayai ku?”

“Aku mempercayaimu sayang, tapi kau sangat lucu kalau cemburu”

“Kau menyebalkan, kau senang aku marah ya?”

“tentu tidak, kau kalau marah menyeramkan”

“Aku ini manis dalam kondisi apapun, bahkan dalam kondisi marah sekalipun”

“Iya iya kau selalu manis.. Sudah hampir malam ayo kita pulang..”

Taeyeon lalu menggandeng tangan ku untuk pulang.

______

Normal pov

“Aku mandi dulu ya..”

“Kalau begitu aku akan memasakan sesuatu untuk mu”

“Kau masak untuk ku?” Tanya taeyeon ragu, mengingat terakhir kali tiffany masak, ia hampir membakar dapur mereka.

“Kau meragukan ku?”

“Sangat! Kau jangan melakukan apaupun, sehabis mandi aku akan memasakkan sesuatu untuk kita. Jadi kau diam saja” taeyeon lalu bergegas mandi.

——-

“Masakan mu harum sekali” tiffany memeluk taeyeon dari belakang.

“Sayang aku sedang memasak”

“Sebentar saja..” Taeyeon membiarkan tiffany memeluknya.

“Emhh fany~ah hentikan aku sedang memasak, jangan lakukan itu” protes taeyeon karena tiffany mulai menciumi tengkuknya.

“Hehe kau payah baru segitu saja” tiffany lalu menuju meja makan.

“Sudah siap, ayo kita makan” ucap taeyeon bersemangat.

“Harumnya, sepertinya sangat enak..”

“Tentu saja, siapa dulu yang memasak..” Bangga taeyeon.

“Kekasih ku biarpun pendek tapi pandai memasak ya, aku semakin mencintaimu”

“Yah! Kau memuji atau meledek ku?”

“Tentu saja memuji mu, sudah jangan cemberut lagi.. Buka mulut mu aaaaaa…” Tiffany menyuapi taeyeon makan..

——–

Taeyeon pov

“Kau menonton apa?” Aku menghampiri tiffany yang sedang menonton tv.

“Ntahlah, tidak ada yang menarik” tiffany terus mengganti channel tv..

“Ssshhhhhh taetae apa yang kau lakukan?” Desah tiffany saat aku meraba punggungnya.

“Aku tak melakukan apapun”

“Kenapa tangan mu masuk- masuk segala..?”

“Aku hanya meraba punggung mu” aku mengelus punggung tiffany lembut.

“Taetae tangan mu nakal sekali..”

“Kalau begini??” Aku melepas pengait bra tiffany.

“Taeng, pasangkan lagi..” Protesnya..

“Begini lebih baik” ucapku sambil mengedipkan mata..

Chu~ aku mencium bibirnya.. Dia membalas ciuman ku dan melingkarkan tangannya dileherku.. Tangan ku terus menelusuri lekuk tubuhnya, dan sesekali meremas dadanya..

“Emhhh taeng..” Ia mendesah saat aku meremas dadanya, perlahan ciuman ku turun menelusuri lehernya yang putih.. Lalu aku memberi kissmark dilehernya..

“Taetae…”

#skip#

Aku memberinya kecupan dibibirnya.. Lalu dia memeluk ku.. “Kau hebat sayang” ucapnya..

“Kau juga hebat sayang”

“Kau ingin melanjutkan nya lagi??”Tanya tiffany

“Apa kau tak lelah?”

“Lelah sih, tapi demi dirimu aku akan melayani mu malam ini” ucapnya sambil tersenyum, terlihat jelas bahwa dia kelelahan, aku tak tega melihatnya.. Aku menggendongnya menuju kamar dan merebahkanya di kasur..

———————-

Normal pov

“Taeng bangun!! Kita kesiangan!!” Teriakan tiffany membangunkan taeyeon.

“Apa? Jam berapa sekarang?”

“Jam 7.30.. Kita harus bergegas, ayo mandi”

“Mana keburu?”

“Kita mandi bersama” tiffany lalu menarik taeyeon yang masih di tempat tidur..

_____

“Keburu kan?” Senyum tiffany saat mereka berjalan menuju mobil..

“Hehe iya, padahal tadi masih ada waktu, kenapa kita tak melanjutkannya saja saat mandi” taeyeon memperlihatkan wajah nakalnya dan meremas pantat tiffany.

#pletakkk#

“Byuntae! Kita tadi hampir tlat, sempat-sempatnya kau berfikir seperti itu”

“Aduhh, kau melakukannya lagi” taeyeon mengusap kepalanya..

“Makanya jangan nakal..”

“Kalau tidak dengan mu dengan siapa lagi aku bisa seperti itu? Memang kau mau aku dengan gadis lain?”

“Jadi kau mau dengan gadis lain?” Tiffany sudah mempersiapkan tasnya.

“Ttenntu ttiiddakkk chagi~ah, akkuu hanyaa berttanya” jawab taeyeon takut.

“Kau sudah taukan jawabannya?”

Taeyeon menganggukan kepalanya.. Dan menunjukan wajah murungnya karena takut.

“Muach.. Ayo jalan..” Tiffany mencium bibir taeyeon mesra dan itu membuat taeyeon tersenyum..

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Heran tiffany..

“Aku beruntung memiliki mu..” Ucap taeyeon membuat tiffany tersipu..

“Taetae..”

“Chu~ I love you” taeyeon memberi ciuman di pipi tiffany..

“Love you too honey”

Setelah itu mereka menuju kantor dengan perasaan bahagia dan bersemangat karena cinta yang selalu menyemangatinya…

end

sorry blm bisa bls komen kalian.. nti kalo sempet aku bales..

yg komen.. makasih muah muah 😀

nantikan part” selanjutnya….

untitle part 7

12 Jul

silent reader,  tobat dong……. 😀  #noel-noel sider# wink wink wink 😉

 

 

Yuri pov

Untung dimobil ku selalu tersedia baju untuk bekerja jadi kami tak repot mmikirkannya, jessica memakai baju ku dan kebetulan sekali pas..

Selama perjalan menuju kantor aku terus memikirkan kejadian antara aku dan jessica, bagaimana bisa kita melakukan semua itu, pertama di ruang kantor kami, lalu tadi malam di penginapan, aku bahkan menelanjanginya. Tapi kenapa ia tak marah? Ia bahkan makin sering menggoda ku? Apa ia menyukai ku? Kalau benar begitu berarti aku tak bertepuk sebelah tangan hehe..

“Yul..” Jessica menyadarkan ku.

“Iiya sica?” Jawabku gugup.

“Apa kau masih tak punya keberanian menyatakan perasaan mu kepada orang yang kau suka?” Aneh kenapa ia bertanya seperti itu.

“Ntahlah, kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?

“Aku hanya ingin tau” jawabnya dingin.

“Sica soal kejadian malam tadi..  Aku mohon maaf”

“Untuk apa? Tak ada yang perlu dimaafkan”

Kenapa nada bicara jadi datar begitu, apa ia marah atas kelancangan ku tadi malam.

“Aku tau aku salah, maafkan aku sica..”

“Kau tak salah, Sudahlah yul tak usah dibahas, lebih baik kau fokus pada jalanan”

“Baiklah” lebih baik aku biarkan ia tenang sejenak baru nanti membicarakannya lagi.

 

————

 

Jessica pov

 

“Bodoh bodoh bodoh!! Kau bodoh atau apa sih kwon yul! Dasar bodoh! Kau benar-benar bodoh! Atau kau sengaja mempermainkan ku kwon yuri!” Umpat ku dalam hati, aku heran mengapa ia tak menyadarinya juga? Argh! Masa harus aku yang mengatakannya duluan, aku kan maunya dia yang duluan! Makan bersama, liburan bersama, tidur bersama apa masih kurang untuk mu menyadarinya kwon yuri!!

Fallin’, fallin’ nani yori mo hayaku
Mouri mouri doko yori mo tooku
Tsurettate I want it, I’m like a you-aholic
Anata de mitashite yo Psyco-Sexy-Super-Magic

Handphone ku berbunyi, ternyata dari kantor..

“Halo” aku mengangkat telphone yang ternyata dari taeyeon.

“Aku sedang dalam perjalanan, kau tenang saja” ucapku lalu menutup telphonenya..

“Siapa?” Tanya yuri.

“Taeyeon, dia bilang presdir akan datang untuk memelihat pekerjaan defisi kita. Apakah kau bisa mempercepat laju kendaraan ini?

“Baiklah, kencangkan sabuk pengaman mu miss”

Ia lalu menggas mobilnya dengan kecepatan maksimum, tak kusangka dia pengendara yang handal.

Setelah melalui perjalanan panjang dan menegangkan kami pun sampai dikantor, kami berdua langsung bergegas menuju ruangan kami.

Syukurlah kami datang tepat beberapa menit sebelum presdir datang.. Presdir datang untuk memeriksa pekerjaan dan kinerja defisi kami. Setalah berbincang-bincang dan berbasa-basi sejenak, presdirpun pergi dan melanjutkan mengunjungi defisi yang lain..

“Kau dan yuri datang berbarengan, kalian dari mana saja?” Tanya taeyeon menyadari kedatangan ku dan yuri bersama.

“Nanti saja tanyanya, aku keruangan ku dulu” aku langsung menuju keruangn ku.

 

——————

 

Yuri pov

Aku segera menuju meja kerjaku dan mulai melihat-lihat pekerjaan ku.. Sedari aku datang taeyeon terus memandangi ku, dasar aneh ada apa dengan nya?

“Hey pendek, mengapa kau terus memandangi ku? Apa jangan-jangan kau tertarik pada ku? Hahaha” candaku.

“Mana mungkin ia tertarik padamu yuri~ah, taeng hanya tertarik padaku” ucap tiffany membela taeyeon.

“Kau benar chagi, mana mungkin aku tertarik dengan mahluk seperti itu, sangat tidak masuk standart ku” ejek taeyeon.

“Yah! Kalian berdua? Kompak sekali meledek ku?”

“Haha makanya jangan mulai duluan.. Ehm aku ingin bertanya kau dan miss jung sebenarnya ada hubungan apa?” Tanya taeyeon, sepertinya ia penasaran dengan kami haha.

“Dia atasanku, kenapa?”

“Bodoh, maksudku kau dan dia apa kalian sudah saling menyatakan perasaan masing-masing?”

“Hehe itu belum..” Jawabku sambil tersenyum.

“kau payah yuri~ah.. Kau tau? Sepertinya manager kita itu menyukai mu..”

“Kau tau dari mana?”

“Ntahlah, tapi aku pikir begitu.. Apa kau tak merasa sikapnya berbeda kepadamu? Lebih dari sekedar atasan mu atau sebagainya?”

Aku hanya terdiam memikirkan pertanyaan taeyeon, benar juga.. Kalau ia tak menyukai ku mana mungkin kita berciuman dikantor, belum lagi perhatiannya kepadaku dan kejadian tadi malam..

“Hey yuri! Kenapa diam saja?” Taeyeon menyadarkan ku dari lamunan.

“Eh tidak hehe, taeng apa sangat terlihat kalau aku menyimpan rasa terhadap miss jung?”

“Tentu saja, kau terus memandanginya, setiap ia bertanya kau selalu gelagapan, meski sekarang sudah tak separah dulu sih. Tapi tatapan mu kepadanya tak berubah sampai sekarang..” Jelas taeyeon.

“Apa separah itu?” Tanya ku tak percaya.

“Kalau tak percaya tanya saja tiffany, ya kan sayang?”

“Yup, kau sangat terlihat. Aku ragu kalau miss jung tak menyadarinya” jawab tiffany yang tetap bergelut dengan layar monitor dan keyboardnya.

“Oh begitu ya, sudahlah lebih baik kita selesaikan pekerjaan kita, sebentar lagi jam pulang bukan..” Ucapku mengakhiri obrolan kami..

Jadi sangat terlihat ya? Perkataan tiffany masih terngiang dikepala ku. Jessica sadar aku menyukainya? Jangan-jangan karena itu ia jadi sering menggodaku? Dan jessica menyukaiku? Dia selalu menanyakan kapan aku menyatakan perasaan ku? Hahaha aku tau sekarang…

 

————-

 

Jam menunjukan pukul 5 sore, itu berarti sudah saatnya pulang kantor. Taeyeon dan tiffany pulang duluan sementara aku masih menunggu jessica..

Ttok ttok ttokk..

Ku ketuk pintu ruangan jessica..

“Masuk” perintahnya..

“hey yul, ada apa?” tanyanya

“apa kau sudah mau pulang?”

“Iya, kenapa?”

“Aku akan mengantarmu..”

“Baiklah, tumben sekali?”

“Karena barang-barang mu kan masih ada dimobil ku miss”

“Oh ya kau benar juga hehehe, ayo..”

Kamipun pulang bersama, selama perjalanan kami hanya terdiam..

“Kau mau mampir yul?” Tawarnya ketika sampai di apartement nya..

“Kapan-kapan saja miss, besok mau ku jemput?

“Ah? Tapi jarak apartement kita kan jauh, apa tidak merepotkan mu yul?” Ada apa dengannya? Benar-benar berbeda.

“Aku rasa tidak jadi masalah.. Bagaimana? Mau kan?” Ucapnya sambil tersenyum, ya tuhan senyumnya manis sekali. Aku dapat merasakan muka ku memanas karena melihat senyumnya..

“Aakkuu takut merepottkan muu yul..” Kenapa sekarang jadi aku yang gugup?

“Aku tak merasa direpotkan, malah aku senang.. Sampai bertemu besok pagi miss.. Chu~” iya memberi kecupan dibibirku lalu pergi..

anak itu? Kenapa bisa? Akku? Ya tuhan, kenapa dia makin membuatku terpesona. Sikap nya berbeda sekali? Kenapa aku jadi kikuk begini? Sadarlah sica, kau jessica tak mungkin kau jadi gugup karena kwon yuri, karena yurilah yang seharusnya seperti itu..

———

Yuri pov

 

Jessica… Akan ku tunjukan siapa yuri yang sebenarnya.. Hahaha aku yakin kau sedang memikirkan sikap ku hari ini? Muka mu tadi lucu sekali.. Sica aku makin mencintai mu…

___

Pagi-pagi sekali aku sudah rapi, aku sangat bersemangat pagi ini tentu saja karena jessica.. Aku segera memacu mobil ku menujur apartementnya, ternyata dia sudah siap, dia cantik sekali pagi ini, ah setiap hari pun dia terlihat cantik.. Aku lalu membukakan pintu mobil ku untuknya..

“Miss..”

“Ya?”

“Chu~ kau cantik sekali” aku mengecup pipinya dan seketika wajahnya memerah, lucu sekali dia. Kau sangat menggemaskan sica, aku jadi ingin menggigit mu hahaha

“Yul kkau….”

“Kenapa? Kau mau lagi miss?” Aku menggodanya.

“Ttidak, cepat jalan aku tak mau telat!” Nada bicaranya yang gugup tiba-tiba menegas.

“Baiklah miss..” Aku mengusap rambutnya, dapat ku liat wajahnya kembali memerah..

____

“Kau sudah sarapan miss?” Tanyaku ditengah perjalanan kami..

“Belum, nanti saja dikantor..”

“Dikantor mana ada makanan? Lebih baik kita sarapan dulu, lagipula masih pagi, kita masih punya banyak waktu miss..”

“Tapi yul…”

“Aku tak ingin kau sakit” aku lalu memarkir mobil ku didepan salah satu kedai makanan.. “Ayo miss..” Aku turun dari mobil dan menggandeng tangannya..

 

———

 

Jessica pov

Ya Tuhan apa yang terjadi? Sikapnya berubah, tadi dia mencium pipiku, dan lalu menggandeng tangan ku. Semua sikapnya membuat ku gugup, dia lebih terlihat gentle..

“Hey kau mengapa memandangiku terus?” Tegur ku

“Karena kau begitu cantik” ucapannya membuat aku deg-deg’n, anak ini? Kerasukan apa dia?

“Kenapa kau tidak memakan makanan mu miss? Nanti kau sakit.. Makanlah” ucapnya lagi..

“Hmm, suapi aku..” Ucapku manja..

“Baikalah aaaaaa…” Ia lalu menyuapiku sampai makanan ku habis, ntahlah apa yang terjadi dengan mu tp yang jelas aku semakin menyukai mu yul.. Cepat nyatakan perasaan mu..

Setelah selesai kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju kantor..

 

——–

 

Normal pov

Yuri terus menggandeng jessica selama menuju ruangan mereka, dan itu membuat jessica salah tingkah..

Ketika sampai ruangan mereka melihat taeyeon dan tiffany sedang berciuman, yuri lalu menutup mata jessica dan membawanya masuk keruangannya tanpa diketahuai pasangan mesum itu.

“Kau kenapa miss?” Cemas yuri melihat wajah shock jessica.

“Mereka berdua? Bisa-bisanya pagi-pagi berbuat seperti itu”

“Kita pun bisa melakukannya..” Goda yuri.

“Yul, kau…” Belum selesai jessica bicara yuri sudah menciumnya dengan lembut, jessica membalas ciuman tersebut dan melingkarkan tangannya dileher yuri.. Ciuman mereka berlangsung lembut dan sangat lama sampai mereka membutuhkan oksigen.. Yuri lalu melepas ciumannya dan mengecup kening jessica..

“Selamat bekerja miss..” Ucapnya lalu keluar dari ruangan jessica.. Jessica hanya bisa terpaku karena perlakuan yuri terhadapnya..

 

————-

 

“Ya kalian berdua! Apa yang kalian lakukan?” Yuri menegur kedua sahabatnya yang sedang berbuat mesum..

“Kau yuri, mengagetkan saja” ucap taeyeon santai lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.

“Taeng, nanti saja kita lanjutkan dirumah” tiffany menjauhkan dirinya dari taeyeon.

“Tapi chagi..”

“Taeng ga enak ada yuri”

“Tapi tadi kau yang menggodaku duluan, sekarang kau harus tanggung jawab” rengek taeyeon.

“Hey taengo, kau itu masih kecil, lihat badan mu.. Kau belum pantas untuk berbuat seperti tadi..” Ledek yuri

“Kau?!!!” Taeyeon melotot kearah yuri.

“Taetae, sudahlah.. Nanti aku akan memberimu lebih dari sekedar ciuman” tiffany memperlihatkan eyesmilenya..

“Hmm baiklah fany, kau selalu membuatku luluh dengan senyuman itu”

Yuri hanya bisa menggelengkan kepala melihat pasangan tersebut…

 

———

 

Yuri pov

 

hari libur… sejak jessica jadi manager ku entah mengapa aku tak suka hari libur.. aku jadi tak bisa bertemu dia huff..

Geudae cheoeum bonsungan buteo
Naeanui sarangeun keojyeo mangasseo
Geudaeyeo naegerowayo
I really miss you
Neomu ppareungeo alayo
Geureoh jiman geudael miteoyo
I don’t care how
Geudaereul saranghanikka
I’m your girl
I’m your peach
Geudaeyeo isungan naege ro wa yo

tia-tiba handphone ku berdering, ku lihat kontaknya ternyata dari jessica..

“hallo miss..”

“hallo yul, kau dimana?”

“dikamarku, ada apa miss?”

“panggil nama ku saja, ini tak ada hubungannya dengan pekerjaan”

“iaia, lalu kenapa?”

“apa kau tak ada acara?”

“sepertinya tidak, kenapa?”

“bisakah kau menemaniku hari ini kepesta salah satu teman lamaku?”

“tentu saja..”

“kalau begitu bersiaplah, satu jam lagi aku tunggu diapartemenku”

ttut ttut ttut ttut ia lalu mengakhiri telphonenya, dasar jessica kebiasaan sekali seenaknya…

 

____

 

“jessica!!!” ku dengar seseorang memanggil nama jessica, kami berdua melihat kearah suara tersebut.

“hay sunny, apa kabar??” jessica langsung memeluk gadis kecil yang memanggilnya.

“aku bai-baik saja.. hehe kau sendiri bagaimna? apa kau sudah punya kekasih sekarang?”

“aku juga baik sunny, kalau itu..”

“ah jangan-jangan dia kekasih mu? kau pintar memilih sekali haha” sunny langsung menunjuk kearaku..

“annyeonghaseyo, kwon yuri imnida” aku langsung memberinya salam.

“sunny imnida” ia pun membalas salam ku.

“hey sunny, mana tunangan mu yang tinggi itu?” tanya jessica.

“sooyoung?ia sedang berkeliling menyapa tamu yang lain”

“Lee sunkyuuuu!!” suara itu, sepertinya aku kenal.. kami bertiga langsung menoleh kearah suara itu.

“hwuaaa, hwang miyoung!!!” jerit sunny girang. tiffany, mengapa dia bisa ada di sini?

“hay fany~ah kau datang juga ya” sapa jessica.

“tentu saja, mana mungkin aku tak datang ke pertunangan sahabat kita yang imut ini.. oia sunny perkenalkan ini kekasih ku”

“annyeonghaseyo taeyeon imnida” taeyeon memperkenalkan diri dan kemudian pandangan nya menatap kearahku, ia nampak kaget.

“sebentar, yuri~ah kau datang kesini juga??” tiffany menyadari kehadiranku.

“aku yang minta ia datang kesini untuk menemaniku fany~ah” jelas sica.

“waw, you got her right??”

“what are you say huh?”

“hehehe…” tiffany menunjukan eyesmilenya.

“kalian terlihat akrab?” tanyaku.

“tentu saja kami kan teman sejak dibangku SMP dulu, tiffany dan jessica bahkan sama-sama di amerika saat SMA” terang sunny.. “kalian nikmatilah pesta ini, aku masih harus berkeliling menyapa tamu yang lain.. annyeong…” sunny lalu pergi meninggalkan kami berempat.

“jadi kalian sudah saling kenal sebelumnya?” aku cukup kaget mendengarnya, karena selama ini mereka tak menunjukan sikap layaknya teman dekat.

“begitulah, kami tak ingin terlihat saja hahaha”

“kau mengetahuinya taeng?”

“tentu saja, mana mungkin tiffany tak menceritakannya padaku..”

“jadi hanya aku yang tak tau?”

“sudah-sudah jangn dibahas lagi..” ucap jessica.. “yuri~ah kita pulang yuk, aku rasa sudah cukup lama kita disini..” ajakmya

“hmm oke miss..” aku tak memanggilnya jessica karena aku malas diledek oleh dua oran ini..

“fany~ah aku pulang dulu ya..” pamit jessica seraya mencium pipi sahabatnya tersebut..

“taeyeon~ah jaga sahabatku ya..”

“tentu saja aku akan menjaganya dengan sepenuh hati ku miss…” ucap taeyeon lantang.

“annyeong..” pamit kami bersamaan, tak lupa sebelum pulang kami berpamitan juga kepada sunny dan tunangannya sooyoung..

 

————————

 

Jessica pov

 

“yul terimakasih ya telah mengantarku” ucapku saat sampai diapartement ku..

“sama-sama sica..”

“besok kan kantor masih libur, apa kau ada acara?” tanya ku, bermaksud untuk mengajaknya jalan bersama.

“sepertinya ada..”

“apa? apa begitu penting?” aku kecewa mendengar, huh padahalkan aku ingin bersamanya.

“sepertinya aku akan pergi bersama seseorang dan itu sangat penting..” ucapnya sambil tersenyum.

“dengan siapa?” hah siapa orang yang berani mendekati yuri ku, kalau aku kenal akan ku habisi dia!!

“dengan mu..”

“eh?” apa yang ku dengar ini benar?

“kenapa? kau tak mau sica?”

“tentu saja aku mau!” jawab ku semangat..

“bersemangat sekali? hahaha”

“hehe apa sih kau yul..” tentu saja aku bersemangat bodoh, hampir saja aku menghabisi diri ku sendiri..

“kau kenapa sica?” yuri melihat heran kearahku.

“ah tidak.. yasudah kalau begitu aku masuk dulu.. besok aku tunggu kau jam 9 pagi.. chu~.. daa yul”

tak sabar rasanya menunggu hari esok…

akhirnya hubungan kami semakin dekat, kami jadi sering jalan bersama layaknya sepasang kekasih.. tapi kapan kau menyatakan perasaan mu yul?? aku ingin kau cepat mengatakannya…

 

TBC

 

hehehehe uas belum selesai bahkan belum mulai tapi aku udah pengen ngepost #harusnya seminggu ini aku belajar#, atas permintaan beberapa reader dan kegatelan ku, akhirnya aku putuskan untuk ngepost ff ku yang makin tak tentu arah, bagai terombang-ambing gelombang dilautan asmara #?# #abaikan#

mungkin ff ini akan memberi efek samping pegal linu pada mata dan masuk angin pada otak kalian semua karena panjang #mungkin# dan sangat bertele-tele hahahaha tapi sekali lagi saya bilang NIKMATI sajalah hahahaha

makasih buat raeder dan beberapa author dr wp tetangga yang mau komen and menghargai karya ku, makasih banget… kalian udah bikin aku semangat nulis,, buat kalian yang cuma sekedar baca  and ngilang gitu aja juga makasih, buat kamu – kamu yang muncul cuma buat minta pw aja juga makasih hahahaha  tapi tolong ya kalo udah dpt pw d komen, krn masukan kalian tuh berarti bngt 🙂

tapi tolong mulai sekarang tinggalkan jejak setelah ngintip ff saya, jangan kabur gitu aja. komen kalian sangat berarti buat kelangsungan hidup fanfic saya karena bisa bikin semangat nulis nd nambah inspirasi… tapi kalo ga mau juga gpp sih mungkin itu dah jadi pilihan hidup kalian… saya ga marah sungguh….

buat reader baru… selamat datang… seneng bisa kenal kalian semua kiss kiss :** semoga betah ya melihat tulisan njelimet #apepikir# punyaku..

sekian omong kosong dari saya, saya merasa tak ada yang kurang.. jadi selebihnya saya ucapkan terima kasih..

just comment and i’ll be happy 😀

untitle part 6

6 Jul

aku kembaliiiiiiii, pasti kangen ya? kangen kan? maap selama beberapa hari ini aku sibuk mencari ide sama yulsic onnie buat kelanjutan ff ini….

soooo silakan menikmati #?#

 

 

Yuri pov

 

 

Selama perjalanan menuju pantai jessica tertidur dengan pulasnya disamping ku. dasar gadis ini, Bisa-bisa ia tidur sementara aku harus menyetir untuknya. tapi kalau dilihat wajahnya yang tertidur sangat cantik, tak terlihat kalau dia adalah orang yang galak dan cerewet. Yang tersisa hanyalah dia yang cantik dan mempesona.

Sambil menyetir aku sesekali melirik kearahnya. Dan mengusap rambutnya. “Andai kau tau perasaan ku padamu sica, dan andai aku berani mengungkapkanya” ucapku dalam hati.

akhirnya sampai juga ditempat tujuan, aku memarkirkan mobil ku disalah satu penginapan. tapi gadis ini masih tertidur, Dasar sleepy princess. Aku terus memperhatikan wajahnya, matanya hidungnya, pipinya, sampai akhirnya aku memperhatikan bibirnya. Melihat bibirnya aku jadi teringat kejadian itu, bibirnya sangat manis dan nikmat. Aku jadi ingin merasakannya lagi. Sejenak terlintas pikiran mesum dikepalaku. Mumpung ia masih tidur,, chu~ aku lalu mengecup bibirnya sekilas.

Aku menciumnya, aku menciumnya hehehe, biarpun hanya sekilas yang penting aku merasakn bibirnya lagi.

“Kau!” Suara itu, jangan-jangan ia merasakannya? Gawat, habislah kau kwon yuri.

“Ehh ssicaa ka..uu ssssuudahh banguunnn yaaa?” Aku gugup sekali sekarang, aku takut dia memarahi ku.

“Apa yang kau lakukan? Senyum-senyum sendiri? Aneh sekali. Kau begitu menyeramkan dan menyedihkan” tanyanya dengan nada mengejek.

Huff syukurlah ia tak menyadari perbuatanku tadi.”Hehe aku hanya merasa senang bisa kepantai” bohongku.

“Dasar aneh. Sudah sampai dari tadi? Kenapa kau tak membangunkan ku?”

“Aku hanya tak tega untuk membangunkan mu sica”

“Oh begitu, ayo turun. Kita memesan kamar”

“Iya”

Kami pun turun dan menuju repsepsionis untuk memesan kamar.

“Selamat datang dipenginapan kami, ada yang bisa dibantu?” sambut nya.

“Aku mau memesan dua kamar yang bersebelahan”

“Maaf miss, saat ini hanya tersisa satu kamar”

“Hanya satu kamar? Sebentar”

“Yuri” jessica memanggil ku.

“Ada apa?”

“Hanya tersisa satu kamar, kita sekamar tak apakan?”

“Apa? Sekamar?” Tanyaku terkejut dengan ucapannya.

“Baiklah kita pesan kamar itu saja” tanpa menunggu jawaban ku ia langsung memesan kamar tersebut. Kebiasaan sekali.

Setelah mengisi formulir kita langsung diantar oleh pelayan menuju kamar kita. lebih tepatnya sih pondok, karena tempat desain penginapan ini berupa rumah-rumah kecil yang menghadap kepantai. Ini cukup luas, didalamnya terdapat ruang santai dan kamar tidur dan juga kamar mandi..

“Semoga kalian nyaman dipenginapan kami, kalau perlu sesuatu silakan hubungi staff kami. Permisi miss” pelayan itu pun pergi.

 

 

————–

 

Jessica pov

 

“Yuri, ayo kita main kepantai..” Ajak ku.

“Aku cape sica, kau saja. Aku mau tidur”

“Temani aku yul. Ayolah..” Rengek ku manja.

“Huff kau ini. Baiklah”

“Hore.. Ayo yul..” Aku lalu meraih tangan nya dan menariknya kepantai.

Kamipun duduk dibawah pohon, memandangi indahnya lautan yang penuh deburan ombak dan menikmati angin pantai yang membelai kami..

“Yul, aku senang sekali bisa berlibur, terbebas dari kerjaan kantor”

“Kau memang sesekali perlu berlibur sica. Jangan hanya memikirkan pekerjaan”

“Iya kau benar yul, terimakasih ya mau menemaniku..” Sica bersandar dibahuku..

“Sama-sama sica, aku senang ko bisa menemani mu.”

Kamipun berbincang-bincang dan bercanda hingga malam menjelang.

“Sudah malam, ayo kembali” ajak ku.

“Ayo” ia menggenggam tangan ku selama perjalanan menuju penginapan kami.

Sesampainya dipenginapan kamipun mandi secara bergantian. Ketika aku selesai mandi dan sudah berganti pakaian ku lihat yuri sedang merapikan sofa.

“Kau mau apa?”

“Aku mau tidur disini”

“Kenapa tak dikamar?”

“karena itu tempat mu”

“Siapa bilang? Itu tempat kita, kita tidur bersama saja”

“Tapi sica..”

“Jangan banyak alasan!”

“Iaia baiklah. Kau ini seneng sekali memaksaku. Dasar kau cerewet.”

“Kau mau tidur diluar yul?”

“Ttiddakk hehe, ampun sica”

“Kalau begitu patuhi saja aku!”

 

 

————

 

Yuri pov

 

Aku sama sekali tak menyangka akan seperti ini, sekarang aku dan dia ada dikamar yang sama dan tempat tidur yang sama.. Rasanya sangat fantastis. Bisa bersama orang yang kita suka.

“Yul”

“Ya?”

“Kau belum tidur?”

“Belum, kau sendiri?”

“Aku baru mau tidur, selamat malam yul”

“Malam sica”

Deg.. Deg.. Deg..

Ahhh aku tak bisa tidur, sedari tadi jantung ku berisik sekali!! Tidur disampingnya aku malah gelisah..

Ayo tidurlah yul…

 

 

———–

 

 

Kenapa badan ini terasa berat, seperti tertindih, aku membuka mataku perlahan..

Kyaaaaa sssica tertidur dengan posisi memeluk ku, aku harus bagaimana ini? Eh dia terbangun, aku pura-pura tidur saja lagi..

“Emmh, sudah pagi. Si bodoh ini masih tidur. Lebih baik aku mandi dulu” ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.

Apa-apaan dia, seenaknya memanggil ku bodoh, dasar kau bos bawel!! Umpat ku dalam hati.

 

Stelah ia selesai mandi, kini giliran ku yang mandi. Stlah itu kami sarapan bersama.

“Yul hari ini temani aku belanja ya..”

“Belanja apa?”

“Apa saja, aku mau beli pernak-pernik dan apapun itu yang penting bagus”

“Oke..”

“Sudah selasaikan sarapan mu? Ayo kita belanja” ia langsung menarik ku tanpa menunggu jawaban ku.

“Hey pelan-pelan, kenapa sih kau selalu seperti ini? Seenaknya saja menarik ku tanpa menunggu jawaban ku” protes ku di sela-sela perjalanan kami menuju pertokoan.

“Aku bos mu, kau harus patuh”

“Iaia, kau bos ku” aku menghela nafas pasrah.

“Wah yul sepertinya toko itu menjual pernak-pernik yang menarik ayo..” Aku pun mengikuti jessica kemana ia pergi sampai akhirnya kita lelah menyusuri semua pertokoan.

“Yul aku cape..” Keluhnya

“Siapa suruh kau seperti kesetanan saat belanja” jawabku ketus

“Apa yang kau katakan tadi?!!!” Tiba tiba aura dingin keluar dari dirinya.

“Ttiiddakk”

“Sudah hampir senja, ayo kita kembali kepenginapan” ajaknya dengan nada datar

“Iiyaa ayoo”

“ini bawakan” iya menyerahkan seluruh belanjaan nya kepadaku.

“Baiklah” aku langsung membawanya tanpa protes.

Setelah sampai penginapan ia langsung merebahkan dirinya di sofa. Dan aku langsung menaruh belanjaannya dikamar.

“Yul..” Panggilnya

“Ada apa?” Teriak ku dari kamar.

“Aku ingin ice cream. Bisa kau ambilkan”

Aku langsung mengambilkan sekotak ice cream untuknya.

“Ini sica..”

“Terimakasih yul, kau baik sekali” ia menunjukan senyumnya yang termanis.

“Sama-sama sica”

“Sini duduklah disampingku”.ajaknya

“Sica besok kita harus kerjakan? Jadi kapan kau mau pulang?”

“Nanti malam saja yul, bagaimana?”

“Baiklah kau begitu” aku menyetujuinya.

“Hey yul, kau benar tak memiliki pacar?”

“Benar, mana ada yang mau dengan ku. Aku punya seseorang yang ku suka tp orang itu menyukai orang lain” ucapku lirih.

“Dari mana kau tau ia menyukai orang lain?”

“Ia yang bilang sendiri pada ku”

“Apa kau pernah mengungapkan perasaan mu?”

“Belum, aku rasa aku tak ada harapan. Ia hanya menganggap ku teman tak lebih”

“Belum kau coba kan? Mengapa bisa bilang begitu? Kau payah yul, kau harus usaha dulu baru kau bisa tau apakah ia mempunyai perasaan yang sama atau tidak dengan mu, bukannya menyerah begitu saja” omelnya

“Aku pasti mengungkapkannya suatu saat nanti. Kau ini bawel sekali sih. Masih muda tapi bawel mu seperti nenek ku” ledek ku

“Ya ! Jangan samakan aku dengan nenek mu aku tak setua itu!”

“Tapi kau lebih tua dari ku haha”

“kita hanya beda beberapa bulan!”

“Tetap saja kau tua”

“Kau menyebalkan!!”

“Kau seperti anak kecil”

“Mwo?” Ia menatap ku heran

“Makan ice cream pun belepotan” aku lalu membersihkan ice cream di sekitar bibirnya. Bibirnya lembut sekali..

“Yul..” Panggilnya saat aku sedang membersihkan bibirnya.

Mata kami saling bertemu, aku mendekatkan wajah ku ke arahnya dan sedetik kemudian bibir kami sudah menempel, aku dapat merasakan rasa vanilla dibibirnya, membuatku semakin menikmati ciuman ini. Perlahan aku melepaskan ciuman ku.

“Maafkan aku..” Ucapku sambil tertunduk. Aku tak berani menatapnya.

Ia kemudian memegang wajahku dan mengangkatnya..

“Lakukan lagi..” Ucapnya.

“Maksud mu?” Tanya ku heran.

“Aku mau kau melakukan nya lagi..”

“Ttapii…” Belum selesai aku berbicara ia langsung menyerangku, ia mencium bibirku dengan penuh nafsu dan menjilatinya.. Tiba-tiba ia naik kepangkuan ku dan melingkarkan tangannya ke leherku.. Dia terus menciumku dengan ganasnya, perlahan aku mulai membalas ciumannya.. Aku melingkarkan tangan ku dipinggangnya, sesekali meraba punggungnya.. Aku terus menciumnya, mengulum bibirnya secara bergantian dan menjilatinya, sesekali ku gigit kecil bibir nya “emmhh yul..” Hanya kata itu yang keluar darinya saat aku menggigit bibirnya… Perlahan ciuman ku turun kelehernya, aku mengecup-ngecup lembut lehernya, lalu menjilatinya..

Tiba-tiba ia menjauhkan bibir ku dari lehernya, kemudian mencium mesra bibir ku.. Lalu ia mendekati telingaku dan berbisik “I’m yours, aku milik mu malam ini” kata-katanya membangkitkan gairahku, aku tak peduli dia atasan ku atau bukan, yang jelas malam ini aku ingin menikmatinya..

Aku menggendongnya menuju kamar setelah itu merebahkan nya ditempat tidur…

 

————–

 

 

Normal pov

 

 

Yuri mencium bibir jessica dengan penuh nafsu, mereka berdua bergelut ditempat tidur dengan nafsu yang tak tertahankan, yuri pun membuka baju jessica dan melemparnya kesegala arah. Perlahan ciuman yuri turun keleher jessica dan memberikan jejak kemerahan dilehernya. Tangan nya asik meraba-raba punggung jessica untuk melepas pengait branya. Ia lalu mencium dada jessica dan mengulum nya.. Sementara jessica hanya bisa mengerang menahan geli akibat perbuatan yuri. “Yuri~ah hennnttiikkannn, iiitu..uu geliii ahhhhh” tapi yuri tidak mempedulikan ucapan jessica, ia terus menikmati tubuh gadis itu..

 

 

 

—————–

 

Jessica pov

 

 

Yuri terus menikamti tubuh ku tanpa memberi ku kesempatn untuk membalasnya, dia menikmati dada ku dengan ganasnya..

“Yuri~ah henntiiikann emmhh” hanya kata itu yang dari tadi ku ucapkan.

“Yuri~ahh emmmhhh ahhhh gellliii sekkkaalliiii”

Ia tetap tak menghiraukan ku, bahkan ia semakin menjadi-jadi, tangan nya turun mencoba membuka celana ku, dengan sedikit bantuan ku celanaku pun berhasil dilepasnya, kemudian ia meraba-raba selangkangan ku..

“Kau sudah basah?” Ucapnya dengan senyum nakal.

 

“Itu karena mu bodoh”

Ia kemudian melanjutkan aktivitasnya, kini wajahnya sudah ada dihadapan vagina ku, perlahan ia menciumnya, dan itu berhasil membuat ku menggelinjang karena geli.. Ia menjilatinya dengan nafsu, memberikan sensasi yang hebat ditubuh ku, entah mengapa aku ingin ia trus melakukannya, lebih dan lebih..

“Ahh ehmmhh yuri~ah jangan berhenti, terrusss ahhh kkkau memmbbuuatttku ahhrhh nnikkmatt”

Ia terus menikmati tubuh ku, ia memainkan clit ku dan memasukan jarinya ke vagina ku, aku terus mengerangkan namanya sampai akhirnya, aku merasa aku telah di puncaknya..

“Yuri~ah aaakkkuu keluarrr….”

Ia kemudian menjilati vaginaku hingga bersih dari cairan orgasmeku..

“Yuri~ah”

“Ya?”

“Terimakasih”

Ia tersenyum kepadaku, lalu menyelimuti tubuhku dan tidur disampingku. Kami pun tertidur karena lelah..

 

—————–

 

 

Normal pov

 

 

pagi menjelang, suasana dipenginapan masih sepi dan tenang karena ini baru jam 5 pagi. Yuri dan jessica masih tertidur dengan posisi saling berpelukan..

“Kkyyyyaaaaaaaaaaaa!!!” Yuri terbangun dan memecah keheningan pagi itu.

“Umhh kau berisik sekali” keluh jessica yang masih memejamkan mata.

“Apa yang kau lakukan pada ku?”

Jessica mencoba bangun lalu duduk “apa? Kau yang melakukan sesuatu padaku” ucap jessica sambil mengusap matanya yang masih terkantuk..

“Aku??!”

“Ya kau, siapa lagi?”

“Mana mungkin aku” sangkal yuri.

Jessica membuka selimutnya dan memperlihatkan tubuhnya yang dipenuhi jejak kemerahan “ini apa? Ini hasil perbuatan mu!! Masih mau menyangkal? Padahal kau begitu menikmati ku semalam!!” Kesal jessica..

Seketika muka yuri memerah melihat jessica yang tak mengenakan busana, ia kemudian mengingat kejadian semalam antara dirinya dan jessica.

 

“Hwuuuaaaa maafkan aku jessica,” ia membungkukan badan.

 

“Bisa-bisanya kau melupakan kejadian semalam! Dan lagi kau menuduh ku, tidak lihat pakaian mu masih utuh dan aku yang tak mengenakan pakain karena kau melempar pakaian ku seenaknya” jessica menunjuk pakaian nya yang berserakan dikamar.

“Maaf, mungkin itu efek bangun tidur, aku hanya terkejut saja, bisakah kau menutup badan mu?”

“Iya tak apa” ucap jessica sambil menutup badannya kembali..

“Kau tidak marah atas kelancangan ku semalam?”

“Tidak, aku justru menyukainya” jessica melemparkan tatapan menggoda, dan itu membuat yuri gugup..

“Kkau mmenyukaiinya?”

“Kau mau lagi?” sica mendekat ke arah yuri.

“Jessica!” Yuri tiba berdiri dari tempat tidurnya.

“Ya! Ada apa? Kau mengagetkan ku saja” kesal jessica.

“Bukan kah kita harus bekerja?”

“Kau benar yul, kita harus kekantor sekarang juga!!” Panik jessica.

“Kalau begitu aku mandi dulu” yuri langsung berlari kearah kamar mandi, begitu juga dengan jessica.

“Hey aku duluan” seru jessica.

“Tapi aku duluan yang ingin mandi” yuri tak mau kalah.

“Aku sudah tak mengenakan pakain sementara kau masih mengenakannya, jadi aku duluan” jessica melepaskan selimutnya dan itu membuat yuri terpaku melihatnya. Jessica tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia lalu segera masuk kekamar mandi.

Yuri yang akhirnya tersadar akan hal itu hanya bisa menghela nafas “huff sial, dasar kau curang jessica!!” Teriak yuri..

 

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya yuri pun mandi setelah itu mereka berdua bergegas check out dari penginapan tersebut dan segara menuju kantor..

 

 

——————

 

 

TBC

 

 

wokee karena takut diliat seseorang (tau dah sypa) makanya saya protect hehehe…

makin gj ya? hahaha udah bawaan lahir… kaya sooyoung onnie kah? apa kurang panjang?

buat yg req romance, sungguh aku belum bisa #akulagibelajar#… buat yg req ence, noh lihat ence cacat buatan ku haahahaha maap cuma bisa gitu seadanya.. tapi nikmati ajalah #again#

mungkin aku ga akan ngpost slma beberapa minggu (kayaknya) karena aku mau uas dan banyak bngt tugas yang belum terselesaikan ampe kebawa mimpi #lebay tp serius dah# tapi habis uas aku balik lagi ko dengan cerita yang makin gj, dan kaya sinetron ini…

makasih buat reader setia saya kiss kiss, apa lagi yg mau komen nd nyemangatin saya… oke ampe ketemu 2minggu lagi (mungkin) hhahahaha…  😀

semoga saya ga gatel buat ngpost ampe uas selesai hahahahaha 😀